Pertamina Foundation menggelar Town Hall Meeting bertajuk “Continuity, Appreciation & New Leadership”. Foto: Dok istimewa
Pertamina Foundation Grup Perluas Dampak Sustainability Sekaligus Dukung Transisi Energi
Eko Nordiansyah • 8 September 2026 13:35
Jakarta: Pertamina Foundation meneguhkan komitmen keberlanjutan di tengah hadirnya kepemimpinan baru. Pertamina Foundation selaku badan penyelenggara Universitas Pertamina menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat sinergi dan integrasi ekosistem pendidikan dengan Pertamina Group.
President Director Pertamina Foundation, Agus Mashud S. Asngari, menegaskan, Pertamina Foundation memiliki peran strategis sebagai mitra Pertamina dalam pelaksanaan program CSR, sekaligus mendukung penguatan ekosistem yang berkontribusi terhadap pertumbuhan bisnis Pertamina Group.
"Di sisi lain, Pertamina Foundation juga menjalankan peran sebagai jembatan yang menghubungkan ekosistem Pertamina dengan masyarakat, khususnya kelompok marginal dan masyarakat yang membutuhkan akses terhadap pendidikan tinggi," kata dia dalam keterangan tertulis, Selasa, 8 September 2026.
Pada kesempatan tersebut, Pertamina Foundation turut mengumumkan formasi baru Dewan Pengawas Pertamina Foundation serta Rektor Universitas Pertamina, sebagai bagian dari langkah penguatan tata kelola dan kesinambungan organisasi dalam menjawab tantangan serta peluang ke depan.
"Ke depan, target utama kita mencakup pencapaian zero incident HSSE, pengembangan teknologi IT yang unggul, kreativitas riset di bidang biofuel, solar panel, serta waste management yang memberikan manfaat nyata bagi bisnis Pertamina dan masyarakat, hingga penguatan pengembangan bisnis," tegas Agus Mashud.
Jajaran dewan pengawas
Dewan Pengawas Pertamina Foundation Periode 2026:- Robby Rafid (Ketua Dewan Pengawas)
- Arya Dwi Paramita (Anggota Dewan Pengawas)
- Ivahtun Nurhayati (Anggota Dewan Pengawas)
- Erni Ginting (Anggota Dewan Pengawas)
- Bambang Pediantoro (Anggota Dewan Pengawas)
- Prof. Dr. Ir. Ichsan Setya Putra

(Ilustrasi. Foto: Dok Metrotvnews.com)
Capaian di sejumlah sektor strategis
Pada sektor pemberdayaan masyarakat dan ekonomi kreatif, Pertamina Foundation mengembangkan 44 Desa Energi Berdikari, melatih 6.325 UMKM, bantuan modal usaha kepada 840 UMKM melalui program PFpreneur. Selain itu, program inovasi sosial muda (PFmuda) mendampingi 367 proyek sosial dan 86 unit bisnis sociopreneur.Di bidang keberlanjutan lingkungan dan konservasi, Pertamina Foundation berfokus pada penguatan reforestasi dengan mendukung pengelolaan 2.939 hektare lahan—mencakup 2.663 hektare area terestrial dan 276 hektare area pesisir. Penanaman pohon telah mencapai total 4,7 juta bibit yang terdiri dari 1,9 juta bibit daratan dan 2,8 juta bibit mangrove.
Aksi hijau ini menjangkau kawasan Hutan Lestari Mahakam, Badak LNG, KHDTK Blora & Ngawi (UGM), hingga area penanaman baru di KHDTK Gunung Geulis (ITB), KHDTK Ungaran Timur (Undip), serta KHDTK Bukit Daun (Unib).
Komitmen terhadap pendidikan dan inovasi juga ditunjukkan melalui program PFprestasi dan PFsains. Pertamina Foundation mencatat telah mendukung 6.619 penerima beasiswa yang tersebar di 44–47 mitra perguruan tinggi dari Sumatra hingga Papua.
Sementara di sektor inovasi energi bersih, sebanyak 36 proyek inovasi teknologi berhasil dikembangkan hingga mampu menekan emisi karbon mencapai 34.719 kg CO2 per tahun. Berbagai capaian tersebut turut mengantarkan Pertamina Foundation meraih pengakuan di ajang APQ Award, penghargaan inovasi tertinggi di Pertamina Grup.
Sejalan dengan kinerja foundation, Universitas Pertamina (UPER) mencatatkan deretan prestasi akademis dan pemeringkatan lembaga. UPER secara resmi telah menyandang Akreditasi UNGGUL dari BAN-PT berdasarkan SK No. 27/SK/BAN-PT/Ak/PT/II/2026.
Pada ajang Times Higher Education (THE) Impact Rankings 2025, UPER menempati posisi Top 4 Kampus Terbaik Nasional untuk SDG's 7 sekaligus peringkat ke-25 Kampus Terbaik PTN-PTS di Indonesia. Capaian ini melengkapi raihan Silver Medal pada Anugerah Riset SINTA Award DIKTISAINTEK 2025.
Ketua Dewan Pengawas Pertamina Foundation periode 2021–2026, Syahrial Mukhtar, menyampaikan apresiasi atas seluruh pencapaian dan menekankan pentingnya positioning masa depan. Menurutnya, perubahan iklim, transisi energi, hingga standar ESG telah menjadikan sustainability sebagai core daya saing bisnis.
"Ekosistem Pertamina yang besar membutuhkan dukungan riset dan aksi lingkungan yang sepadan. PF dan UPER harus memosisikan diri sebagai creator value. Wilayah operasi Pertamina dapat menjadi living laboratory riset UPER, dan program PF menjadi platform eksekusi serta scale-up solusi keberlanjutan," ujar Syahrial.