TNI Terjunkan Personel Bantu Edukasi soal Karhutla di Kalsel

Ilustrasi - Kebakaran hutan dan lahan. Foto: dok. Medcom.

TNI Terjunkan Personel Bantu Edukasi soal Karhutla di Kalsel

M Sholahadhin Azhar • 3 September 2026 08:51

Jakarta: Penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Selatan (Kalsel) diperluas hingga aspek edukasi. TNI menerjunkan Perwira Siswa (Pasis) Dikreg LVI Sesko TNI untuk memberikan sosialisasi kepada masyarakat hingga kepada siawa-siswi di sekolah.

“Tadi yang kami jelaskan, yang kami tekankan itu adalah hal-hal yang benar-benar implementatif. Jadi memberikan gambaran kenapa sih lahan gambut di Kalimantan ini memiliki karakteristik yang berbeda dengan lahan gambut di daerah yang lain, sehingga membakar itu sangat berbahaya,” kata perwakilan Pasis TNI, Kolonel Inf Iman Widhiarto, dalam keterangan yang dikutip Kamis, 3 September 2026.

Berdasarkan pembagian sektor kewilayahan, Sesko TNI langsung melaksanakan penyuluhan dan peninjauan ke berbagai wilayah di Kalsel dengan kelompok-kelomlpok kecil yang terdiri dari 4-5 Pasis. Hal itu dilakukan usai pengarahan dari Danrem 101/Antasari, Brigjen TNI Ilham Yunus, terkait situasi wilayah Kalsel dan perkembangan karhutla di Kalsel.

“Jadi di Kalimantan saat ini ada empat tim besar yang disebar di Kalimantan Timur, Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat, dan Kalimantan Selatan. Di Kalimantan Selatan ini pun jumlahnya 23 orang dibagi menjadi lima tim lagi. Satu tim di Kota Banjarbaru, kemudian ada yang di Kabupaten Banjar, Tanahlaut, Tapin, dan Batola,” kata Iman.

Yang menjadi fokus perhatian dari para perwira tinggi hingga perwira menengah TNI  ini adalah penanganan karhutla yang memiliki dampak luas terhadap masyarakat, lingkungan, perekonomian, hingga aspek keamanan dan keselamatan wilayah.

Sosialisasi yang diberikan mengenai karakteristik khusus lahan gambut di Kalimantan Selatan, di mana akar rumput saat musim kemarau dapat bertindak sebagai sumbu yang menjalar ke dalam tanah dan memicu kebakaran meluas.

Tidak hanya di Banjarbaru, Tim Pasis Dikreg LVI Sesko TNI disebar ke berbagai daerah lain di Kalsel seperti Kabupaten Baritokuala (Batola), Tanahlaut (Tala), Tapin, dan Kabupaten Banjar. Tidak hanya memberikan sosialisasi ke sekolah, sejak tiba di Kalsel, Tim Pasis TNI telah turun langsung ke lokasi karhutla seperti di kawasan Guntung Damar dekat ring 1 bandara di Banjarbaru dan beberapa kegiatan berdampak lainnya.

Kepala SMAN 5 Banjarbaru, Indriaty Ermayani, mengatakan sosialisasi yang diberikan oleh Tim Pasis Dikreg LVI Sesko TNI sangat berguna. Terutama, untuk menambah pengetahuan bagi siswa di tengah tinggianya angka kejadian karhutla saat ini di Banjarbaru.

Menurutnya, para siswa menyambut kehadiran personil TNI dengan antusias. Dan kegiatan ini diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran dan kepedulian siswa terhadap pencegahan serta bahaya kebakaran, baik di lingkungan rumah maupun sekolah.


Ilustrasi penanganan karhutla. Foto: dok. Medcom. 

“Kami berharap anak-anak kami menjadi lebih peduli dengan lingkungan sekitar mereka di rumah ataupun juga di sekolah tentunya tentang bahaya kebakaran pada saat ini,” kata Indriyaty.

Di sisi lain, salah seorang siswa SMAN 5 Banjarbaru, Rezeki Chelsea Lumban Gaol, mengatakan materi yang diberikan sangat menambah pengetahuannya terkait karhutla dan krakteristik lahan yang mudah terbakar.

“Saya menyadari bahwa karhutla itu bukan cuma fenomena biasa, tapi sebuah kesadaran buat kita supaya kita itu bisa berperan lebih aktif lagi supaya pemadaman karhutla ini bisa terus berkurang,” kata Rezeki.

(Gabriella Thesa Widiari)