Lima Daerah di Sumsel Siaga Karhutla Hadapi Musim Kemarau

Pemadaman karhutla dengan menggunakan helikopter pengebom air yang diturunkan BPBD Sumsel ke Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) dan Musi Rawas, Sumatra Selatan. ANTARA/HO-BPBD Sumsel

Lima Daerah di Sumsel Siaga Karhutla Hadapi Musim Kemarau

Silvana Febiari • 14 May 2026 18:24

Palembang: Sebanyak lima daerah di Sumatra Selatan (Sumsel) menetapkan status siaga kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sebagai langkah antisipasi menghadapi musim kemarau 2026. Kabupaten Banyuasin menjadi daerah terbaru yang menetapkan status siaga karhutla.

“Banyuasin baru menetapkan status siaga karhutla, jadi saat ini sudah lima daerah di Sumsel yang berstatus siaga menghadapi karhutla pada musim kemarau tahun ini,” kata Kepala Bidang Penanganan Darurat BPBD Sumsel Sudirman, dilansir dari Antara, Kamis, 14 Mei 2026. 

Ia menjelaskan status siaga karhutla di Banyuasin berlaku mulai 13 Mei hingga 30 November 2026 untuk mengantisipasi ancaman kebakaran hingga musim hujan tiba. Status siaga karhutla lebih dulu ditetapkan di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Ogan Ilir, Muara Enim, dan Musi Banyuasin (Muba).
 


Pemerintah Provinsi Sumsel juga telah menetapkan status siaga karhutla di tingkat provinsi serta menggelar apel siaga nasional di Griya Agung Palembang sebagai bagian dari upaya kesiapsiagaan.

Untuk wilayah yang telah menetapkan status siaga merupakan daerah rawan karhutla. Daerah-daerah tersebut hampir setiap tahun mengalami kebakaran hutan dan lahan, terutama di kawasan gambut seperti OKI, Muba, dan Banyuasin.

“Kita juga terus mendorong agar daerah rawan karhutla lainnya menetapkan status siaga pada Mei ini, sesuai arahan saat apel siaga yang lalu,” jelasnya.


Proses pemadaman karhutla melalui jalur udara. Foto: Istimewa

Adapun daerah rawan karhutla di Sumsel yang belum menetapkan status siaga yakni Musi Rawas, Musi Rawas Utara, Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Lahat, Ogan Komering Ulu, Ogan Komering Ulu Timur, dan Ogan Komering Ulu Selatan.

Selain penetapan status siaga, penanganan karhutla tahun ini juga akan diperkuat melalui dukungan satuan tugas udara. BPBD Sumsel telah mengajukan bantuan helikopter kepada Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

“BNPB akan bertahap mengirimkan empat helikopter water bombing dan satu helikopter patroli. Jumlah bantuan helikopter ini akan menyesuaikan dengan kondisi kejadian di lapangan,” ujarnya.

Jumlah helikopter akan ditambah apabila terjadi peningkatan kejadian karhutla di wilayah Sumsel.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Silvana Febiari)