Tolak Proposal Teheran, AS Dilaporkan Bersiap Serang Iran Kembali

Foto resmi Gedung Putih Presiden Donald Trump. (Trump-Vance Transition Team/EPA-EFE)

Tolak Proposal Teheran, AS Dilaporkan Bersiap Serang Iran Kembali

Riza Aslam Khaeron • 30 April 2026 09:20

Washington D.C: Presiden Donald Trump menolak proposal Iran untuk membuka Selat Hormuz dan mengangkat blokade naval terlebih dahulu sembari menunda pembicaraan nuklir ke tahap selanjutnya. Trump bersikeras akan mempertahankan blokade sampai rezim Teheran menyetujui kesepakatan yang mengatasi kekhawatiran AS mengenai program nuklirnya.

Di saat yang sama, AS disebut tengah menyiapkan rencana gelombang serangan baru ke Iran.
 
Melansir Axios pada Rabu, 29 April 2026, Komando Pusat AS (CENTCOM) telah menyiapkan rencana gelombang serangan "pendek dan kuat" terhadap Iran dengan harapan dapat memecahkan kebuntuan negosiasi.

Setelah serangan yang kemungkinan akan mencakup target infrastruktur tersebut, AS akan menekan rezim untuk kembali ke meja perundingan dan menunjukkan fleksibilitas yang lebih besar.

Trump mengatakan kepada Axios bahwa ia melihat blokade sebagai langkah yang "agak lebih efektif daripada pengeboman." Sumber juga menyebutkan bahwa Trump belum memerintahkan aksi kinetik apa pun hingga Selasa malam. Namun, Trump sempat mengunggah meme buatan AI yang menampilkan dirinya memegang senjata dengan peringatan kepada Iran dan tulisan "NO MORE MR. NICE GUY."

"Blokade ini agak lebih efektif daripada pengeboman. Mereka tercekik seperti babi yang tersumbat. Dan itu akan menjadi lebih buruk bagi mereka. Mereka tidak bisa memiliki senjata nuklir," kata Trump kepada Axios.
Ia mengklaim bahwa Iran ingin mencapai kesepakatan untuk mengangkat blokade.

"Mereka ingin menyelesaikan. Mereka tidak ingin saya mempertahankan blokade. Saya tidak ingin mencabutnya, karena saya tidak ingin mereka memiliki senjata nuklir," tambah Trump.


Gambar AI yang dibagikan Trump. (Truth Social/@realDonaldTrump)

Presiden juga menambahkan bahwa fasilitas penyimpanan minyak dan pipa Iran "hampir meledak" karena Iran tidak dapat mengekspor minyak akibat blokade tersebut. Untuk saat ini, Trump melihat kelanjutan blokade sebagai sumber utama pengaruhnya, tetapi ia akan mempertimbangkan aksi militer jika Iran masih tetap tidak mau menyerah.
 
Baca Juga:
Perketat Blokade Pelabuhan Iran, AS Paksa Puluhan Kapal Putar Balik

Sementara itu, sumber keamanan senior Iran yang dikutip oleh media pemerintah PRESS TV mengatakan pada Rabu bahwa blokade naval AS "akan segera mendapat respons yang praktis dan belum pernah terjadi sebelumnya."

Sumber itu menambahkan bahwa angkatan bersenjata Iran telah menunjukkan pengendalian diri guna memberi kesempatan bagi diplomasi dan memberikan Trump peluang untuk mengakhiri perang.
Namun, ia menekankan bahwa angkatan bersenjata Iran "percaya bahwa kesabaran ada batasnya dan respons yang menghukum diperlukan" jika blokade terus berlanjut.

Trump mengatakan negosiasi dengan Iran masih berlangsung dan mengklaim bahwa pihak Iran telah banyak berubah.

"Pertanyaannya adalah apakah mereka akan melangkah cukup jauh. Saat ini tidak akan pernah ada kesepakatan kecuali mereka setuju bahwa tidak akan pernah ada senjata nuklir," kata Trump.

Ia juga mengatakan sudah waktunya bagi Iran untuk "mengakui kekalahan" dan mengatakan "kami menyerah." Namun, pihak Iran telah dengan jelas menyatakan bahwa mereka tidak sependapat dengan penilaian Trump yang menganggap mereka telah dikalahkan.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Arga Sumantri)