Prof Dalhar Susanto sebagai Guru Besar Tetap Departemen Arsitektur, Fakultas Teknik UI (FTUI). Istimewa
Kembangkan Teknologi Konstruksi Berkelanjutan, Prof Dalhar Susanto Dikukuhkan Guru Besar Arsitektur UI
Whisnu Mardiansyah • 30 April 2026 15:48
Depok: Universitas Indonesia (UI) secara resmi mengukuhkan Prof Dalhar Susanto sebagai Guru Besar Tetap Departemen Arsitektur, Fakultas Teknik UI (FTUI). Ia dikukuhkan dalam bidang teknologi konstruksi dan material berkelanjutan pada Rabu, 29 April 2026.
Pengukuhan yang digelar di Balai Sidang UI ini menjadi tonggak penting yang menegaskan kontribusi akademik UI dalam pengembangan arsitektur berbasis teknologi dan keberlanjutan. Hal ini sekaligus memperkuat peran universitas dalam menjawab kompleksitas global di bidang lingkungan binaan.
Prof Dalhar menyampaikan pidato pengukuhan bertajuk "Masa Depan Arsitektur: Integrasi Teknologi dan Keberlanjutan". Ia memfokuskan pada pentingnya penggunaan material berkelanjutan. Ia menekankan arsitektur masa depan harus mampu menjawab isu-isu besar seperti perubahan iklim, keterbatasan sumber daya, serta kebutuhan akan lingkungan binaan yang adaptif.
"Perkembangan teknologi harus diiringi dengan kesadaran terhadap nilai-nilai keberlanjutan, sehingga arsitektur tidak hanya efisien secara teknis, tetapi juga bertanggung jawab secara ekologis dan sosial," kata Prof Dalhar dalam pidato sambutannya di Depok, Rabu, 29 April 2026.
Sebagai akademisi dan peneliti, Prof Dalhar telah banyak berkecimpung dalam bidang arsitektur dan konstruksi. Ia mendedikasikan diri dalam riset yang berkontribusi pada penguatan praktik arsitektur berkelanjutan di Indonesia.
Penelitiannya mencakup pengembangan material alternatif ramah lingkungan, seperti serat alami, komposit daur ulang, hingga living materials yang mengintegrasikan unsur biologis dalam sistem bangunan. Ia juga mengembangkan teknologi konstruksi tepat guna yang kontekstual dengan kondisi lokal, termasuk sistem sambungan knock-down, shelter darurat portabel, serta hunian adaptif untuk wilayah rawan bencana.
Kajian lain yang dikembangkan Prof Dalhar menyoroti standar minimum hunian dan efisiensi ruang berbasis aktivitas. Penelitian ini menjadi respons terhadap urbanisasi dan keterjangkauan perumahan di Indonesia. Pendekatan tersebut menegaskan arsitektur tidak hanya berperan sebagai produk fisik, tetapi juga bagian dari sistem sosial dan kebijakan publik.
Prof Dalhar menekankan perkembangan teknologi digital seperti kecerdasan buatan (AI), digital twin, dan sistem berbasis sensor akan semakin memengaruhi praktik arsitektur. Teknologi tersebut memungkinkan bangunan menjadi lebih adaptif dan responsif terhadap kondisi lingkungan secara real-time. Hal ini sekaligus menegaskan peran arsitek sebagai kurator teknologi sekaligus penjaga nilai etika.

Gedung Rektorat UI. ANTARA/Feru Lantara
Karier akademik Prof Dalhar di UI terbentang lebih dari tiga dekade. Sejak tahun 1991, ia menjadi pengajar tetap Departemen Arsitektur FTUI. Ia pernah menjabat sebagai Ketua Departemen Arsitektur periode 2017 hingga 2021. Saat ini, ia mengemban amanah sebagai Wakil Dekan FTUI Bidang Sumber Daya Ventura dan Administrasi Umum.
Di luar kampus, kiprahnya meliputi anggota Ikatan Arsitek Indonesia, asesor Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT), reviewer LPDP, hingga anggota tim penasihat arsitektur kota dan tim ahli bangunan gedung DKI Jakarta.
Dedikasi panjang Prof Dalhar diakui melalui berbagai penghargaan, termasuk Tanda Kehormatan Satyalencana Karya Satya 10, 20, dan 30 Tahun. Ia juga aktif menghasilkan publikasi internasional, antara lain kajian standar minimum hunian di Indonesia pada 2020, penelitian pemanfaatan material daur ulang pascabencana pada 2024, serta pengembangan desain fasad bangunan dengan fabrikasi digital pada 2025.
Inovasi risetnya telah dipatenkan. Dua di antaranya adalah metode pembuatan papan partikel dari serat bambu dengan pengikat miselium jamur pada 2025 dan sambungan pasak fleksibel knock-down berbasis putar pada 2024.
Kontribusi Prof Dalhar tidak hanya terbatas pada dunia akademik, tetapi juga nyata dalam praktik arsitektur. Sejumlah karya rancangan arsitektur yang pernah digarap antara lain Nusa Indah Hotel & Convention Center Bali, Blue Sky Hotel Balikpapan, Garden City Hotel Tarakan, serta Apartemen Urbana/Aston Karawaci Tangerang. Karya-karya tersebut menunjukkan konsistensi dalam mengintegrasikan aspek teknis, estetika, dan keberlanjutan.
Universitas Indonesia menyatakan bangga atas pengukuhan Prof. Dalhar Susanto sebagai guru besar. Melalui karya, riset, dan pemikirannya, diharapkan lahir transformasi menuju industri konstruksi nasional yang lebih efisien, rendah karbon, dan berkelanjutan.
Pengukuhan ini sekaligus menegaskan komitmen UI dalam memperkuat peran arsitektur sebagai pilar keberlanjutan bangsa. UI juga berharap dapat menginspirasi generasi muda untuk terus berinovasi demi masa depan lingkungan binaan yang lebih baik.