Calon Ketua Umum Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Anthony Leong
Pengalaman Dunia Usaha dari Akar Rumput, Anthony Leong Dinilai Punya Semua Kriteria Pimpin HIPMI
Whisnu Mardiansyah • 28 April 2026 20:25
Jakarta: Akademisi Universitas Indonesia dan praktisi teknologi keuangan William, menilai bahwa dari empat kandidat Ketua Umum Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) periode 2026-2029, sosok Anthony Leong merupakan calon nakhoda yang paling dibutuhkan saat ini. Sosoknya paham di tengah eskalasi geopolitik dan tantangan digitalisasi yang tidak mudah.
Menurut William, Anthony Leong dikenal memiliki rekam jejak sebagai pengusaha yang kental sejak usia muda. Berasal dari Medan, Sumatra Utara, ia telah terbiasa terlibat langsung dalam dunia usaha dengan membantu orang tuanya menjalankan bisnis apotek keluarga.
Pengalaman ini membentuk karakter yang autentik dan transparan dalam menjalankan usaha maupun organisasi. Hal ini juga tercermin dari visi Anthony yang ingin mengajak seluruh pengusaha di berbagai daerah di Indonesia untuk naik kelas.
"Anthony adalah sosok yang tumbuh dari bawah, memahami realitas usaha secara langsung, serta dapat memposisikan diri dengan baik. Loyalitasnya kepada rekan-rekan dalam dunia usaha dan politik tidak perlu diragukan lagi. Rekam jejaknya menunjukkan dirinya sebagai man of all seasons dan bukan sosok yang hanya merapat ketika ada untungnya saja," terang William, Selasa, 28 April 2026.
Dari aspek amanah, Anthony Leong dinilai menunjukkan kapasitas kepemimpinan yang bertahap dan teruji. Ia memulai karier profesionalnya dari skala kecil dengan merintis perusahaan komunikasi setelah menyelesaikan pendidikan sarjana.
Dengan pendekatan yang bertahap, ia mengembangkan usahanya hingga dikenal sebagai pengusaha nasional yang memiliki jejaring luas, termasuk di kalangan pemangku kepentingan dan pembuat kebijakan. Proses membangun dari kecil hingga besar menunjukkan bahwa ia teruji.
Dari aspek kecerdasan, William menilai Anthony Leong sebagai sosok pemimpin yang memiliki kombinasi antara kapasitas akademik dan pemahaman praktis yang kuat. Ia merupakan lulusan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia (FISIP UI) serta telah menyelesaikan pendidikan doktoral di bidang Ilmu Komunikasi di Universitas Padjadjaran, Bandung.
Di tengah aktivitas bisnisnya, komitmen terhadap pengembangan keilmuan ini menunjukkan orientasi jangka panjang dalam memahami dinamika komunikasi, ekonomi, dan masyarakat.
"Sebagai akademisi dan praktisi fintech, saya menyadari betul bahwa tantangan dan kesempatan digitalisasi bagaikan dua sisi mata uang, yang kalau kita tidak cermat, dampaknya terhadap narasi Generasi Emas 2045 akan sangat besar. Dari rekam jejaknya, Anthony adalah sosok yang memahami tantangan yang ada di depan mata ini, sehingga lewat kepemimpinannya, HIPMI diharapkan bisa menjadi motor penggerak dunia usaha yang sejalan dengan spirit digitalisasi yang inklusif," tambah William.
Dalam konteks ini, temuan riset dari Bank Dunia dan McKinsey & Company menunjukkan bahwa Indonesia membutuhkan sekitar 9 juta talenta digital pada tahun 2030, sementara kesenjangan ketersediaan talenta tersebut saat ini masih sangat lebar. Kondisi ini menuntut kepemimpinan yang tidak hanya memahami tantangan, tetapi juga mampu mendorong akselerasi pengembangan kapasitas sumber daya manusia di sektor digital.
"HIPMI ke depan membutuhkan pemimpin yang tidak hanya memahami bisnis konvensional, tetapi juga mampu membaca arah digitalisasi. Anthony memiliki keunggulan di titik ini karena ia berada di persimpangan antara praktik bisnis dan pemikiran strategis," tutup William.