Perahu Penyelamat Terbalik di Australia, Dua Relawan Tewas

Ilustrasi korban tenggelam. (Metrotvnews.com)

Perahu Penyelamat Terbalik di Australia, Dua Relawan Tewas

Willy Haryono • 5 May 2026 16:17

Ballina: Dua anggota tim penyelamat laut tewas setelah perahu yang mereka tumpangi terbalik saat menuju kapal pesiar yang mengalami masalah di perairan timur Australia, Selasa, 5 Mei 2026. Insiden terjadi di tengah kondisi laut yang sangat buruk.

Polisi New South Wales menyatakan perahu penyelamat yang membawa enam kru terbalik pada Minggu malam, 4 Mei 2026, di dekat pemecah gelombang wilayah Ballina, sekitar delapan jam perjalanan dari Sydney. Ombak setinggi sekitar 2,5 meter membuat operasi penyelamatan menjadi sangat berbahaya.

Menurut pejabat kepolisian, dua korban tewas merupakan relawan berusia 62 dan 78 tahun. Sementara itu, satu korban lain ditemukan tewas di pantai terdekat dan masih dalam proses identifikasi.

Kepala kepolisian setempat menjelaskan beberapa kru sempat terjebak di dalam badan perahu saat insiden terjadi. “Sebagian kru terjebak di dalam lambung kapal, sementara yang lain terpental keluar, dan sayangnya dua nyawa tidak dapat diselamatkan,” ujar Joe McNulty, dikutip dari media The Straits Times, Selasa, 5 Mei 2026.

Kapal pesiar yang hendak diselamatkan dilaporkan menabrak pemecah gelombang hingga hancur. Pihak berwenang kini membuka penyelidikan untuk mengetahui penyebab pasti kecelakaan tersebut.

Kepala layanan penyelamatan laut Todd Andrews menyebut kejadian ini sebagai salah satu momen paling kelam bagi organisasinya. Ia mengatakan para korban gugur saat menjalankan tugas kemanusiaan.

“Malam tadi adalah malam tergelap yang pernah dialami Layanan Penyelamatan Laut New South Wales. Kedua pria ini melayani komunitasnya dan mengorbankan nyawa demi menolong orang lain,” ujarnya.

Insiden ini menyoroti risiko tinggi yang dihadapi relawan penyelamat laut, terutama saat menghadapi cuaca ekstrem di wilayah perairan terbuka. (Keysa Qanita)

Baca juga:  Enam Orang Tewas akibat Terjangan Ombak Besar di Pantai Timur Australia

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Willy Haryono)