Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan di acara Deklarasi Gerakan Pilah Sampah dan Pencanangan HUT ke-499 Kota Jakarta, Minggu, 10 Mei 2026., Minggu, 10 Mei 2026.
Dari Musuh Menjadi Harapan, Menko Pangan Optimistis Sampah Jakarta Berubah Jadi Energi
Whisnu Mardiansyah • 10 May 2026 08:49
Jakarta: Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, memberikan apresiasi tinggi terhadap gerakan pemilahan sampah yang diprakarsai Gubernur Jakarta Pramono Anung. Menurut Zulkifli, pemilahan sampah merupakan masalah pokok dan utama yang harus diselesaikan.
“Saya senang sekali, saya apresiasi, memberikan pahargaan yang tinggi. Ini dipelopori oleh Gubernur Jakarta, yaitu misah sampah. Itu problem pokok kita, problem utama kita, Pak Gubernur,” ujar Zulkifli dalam sambutannya di acara Deklarasi Gerakan Pilah Sampah dan Pencanangan HUT ke-499 Kota Jakarta, Minggu, 10 Mei 2026., Minggu, 10 Mei 2026.
Ia menegaskan bahwa kunci utama pengelolaan sampah berada di tingkat rumah tangga. Zulkifli menjelaskan, target pemerintah hingga tahun 2029 mewajibkan setiap sektor bisa menyelesaikan sampahnya masing-masing.
“Karena nanti sampai 2029 kantor tidak boleh lagi membuang sampah, harus selesai di kantor. Pasar harus selesai di pasar. Restoran harus selesai di restoran. Toko harus selesai di toko. Mal harus selesai di mal,” kata Zulkifli.
Namun, menurutnya, tantangan terbesar tetap berada pada masyarakat umum. Karena itu, pemilahan sampah oleh penduduk menjadi faktor penentu keberhasilan.
“Tapi yang penduduk, yang masyarakat, kuncinya adalah memilah sampah. Sekali lagi saya memberikan pahargaan yang tinggi, apresiasi yang tinggi, kepada Gubernur Jakarta yang mempelopori pemilahan sampah,” ujar Zulkifli.
Ia menyampaikan optimisme bahwa sampah yang selama ini menjadi musuh Jakarta akan berubah menjadi harapan. Melalui teknologi insinerator, sampah dapat diolah menjadi energi listrik.
“Mudah-mudahan sampah musuh Jakarta, Pak Gubernur, kita akan berubah menjadi harapan. Sampah yang musuh kita akan berubah menjadi energi listrik,” tuturnya.

Zulkifli memprediksi, ketika insinerator yang direncanakan oleh Pak Jumhur sudah beroperasi pada tahun 2027 hingga 2028, sampah justru akan diperebutkan. Pasalnya, sampah akan menjadi bahan bakar yang diolah menjadi listrik.
“Nanti kalau insineratornya sudah jalan, 2027-2028, sampahnya rebutan. Karena bahan bakarnya sampah yang akan masuk ke insinerator, diolah menjadi listrik. Jadi dari musuh, dari sampah nanti akan menjadi penerangan bagi kota Jakarta,” pungkas Zulkifli.
Deklarasi Gerakan Pilah Sampah dan Pencanangan HUT ke-499 Kota Jakarta digelar di kawasan Jalan HR Rasuna Said, Jakarta, pada Minggu, 10 Mei 2026.
Deklarasi "Jaga Jakarta Bersih, Gerakan Pilah Sampah" dan perluasan CFD hingga revitalisasi kawasan Jalan HR Rasuna Said akan menjadi fokus dalam Pencanangan HUT ke-499 Kota Jakarta tersebut.