Jemaah Haji Diminta Waspadai Kelelahan dan Penyakit Komorbid

Petugas membantu jemaah haji gelombang kedua dari embarkasi Batam (BTH) 15. Foto: Dok. Media Center Haji.

Jemaah Haji Diminta Waspadai Kelelahan dan Penyakit Komorbid

Akmal Fauzi • 11 May 2026 07:56

Jakarta: Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi memberikan imbauan serius bagi jemaah haji asal Indonesia untuk proaktif dalam mengendalikan penyakit penyerta atau komorbid. Upaya ini, yang dibarengi dengan pengaturan aktivitas fisik agar tidak kelelahan, dinilai menjadi kunci utama agar seluruh rangkaian ibadah di Tanah Suci dapat berjalan optimal dan lancar.

"Harapannya kita menyesuaikan dengan situasi di sini. Artinya, jangan memaksa tenaga sampai kita lelah. Karena kalau sudah lelah, akan terjadi gangguan kesehatan yang berakibat tidak bisa melakukan ibadah dengan baik," ujar Kepala Seksi Kesehatan Daerah Kerja (Daker) Mekkah PPIH Arab Saudi, Edi Supriyatna, di Makkah, dikutip dari Media Indonesia, Minggu, 10 Mei 2026.
 


Edi memaparkan bahwa tim kesehatan saat ini tengah fokus melakukan pemetaan tren kesehatan berdasarkan kondisi jemaah yang baru tiba. 

Bagi jemaah gelombang kedua yang mendarat di Jeddah, pemantauan ketat dilakukan pada penyakit bawaan seperti tekanan darah tinggi, gangguan jantung, hingga diabetes agar tetap terkendali meski di tengah cuaca panas.

Kedisiplinan dalam mengonsumsi obat-obatan pribadi dan pengaturan waktu istirahat sangat ditekankan. Edi menyebut, suhu ekstrem di Arab Saudi dapat menjadi pemicu kambuhnya penyakit jika jemaah tidak waspada terhadap kondisi tubuh mereka sendiri.
 
Sementara itu, untuk jemaah gelombang pertama yang baru bergeser dari Madinah, tantangan utama yang dihadapi adalah faktor cuaca setelah menjalani aktivitas selama sembilan hari. Meski dinilai mulai mampu beradaptasi, potensi gangguan kesehatan akibat kelelahan fisik tetap menjadi ancaman serius.

Pihak PPIH terus mengingatkan jemaah untuk menjaga asupan cairan demi menghindari dehidrasi. Keseimbangan antara semangat beribadah dan waktu pemulihan fisik sangat dianjurkan agar kondisi tubuh jemaah tetap bugar hingga mencapai puncak prosesi haji mendatang.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Fachri Audhia Hafiez)