16 Korban Tewas Laka Maut Muratara Tiba di RS Bhayangkara Palembang untuk Identifikasi

Sebanyak 16 jenazah kecelakaan maut antara bus Antar Lintas Sumatera (ALS) dengan truk tangki di wilayah Musi Rawas Utara (Muratara) tiba di Rumah Sakit Bhayangkara Moh. Hasan Palembang. Antara/M Imam Pramana

16 Korban Tewas Laka Maut Muratara Tiba di RS Bhayangkara Palembang untuk Identifikasi

Achmad Zulfikar Fazli • 7 May 2026 06:46

Palembang: Sebanyak 16 jenazah korban kecelakaan maut antara bus Antar Lintas Sumatera (ALS) dan truk tangki di wilayah Musi Rawas Utara (Muratara) dipindah dari dari Rumah Sakit Siti Aisyah Lubuklinggau ke Rumah Sakit Bhayangkara Moh. Hasan Palembang, Sumatra Selatan, untuk proses identifikasi lebih lanjut oleh tim Disaster Victim Identification (DVI). Seluruh jenazah sudah tiba di RS Bhayangkara pada pukul 05.00 WIB, Kamis, 7 Mei 2026.

Kabid Dokkes Polda Sumsel, AKBP Andrianto, mengatakan setibanya di lokasi, seluruh jenazah langsung ditempatkan di ruang pendingin (freezer) sebelum memulai tahapan pemeriksaan.

"Kami membentuk tim pagi ini yang juga melibatkan personel dari Jakarta. Total ada tujuh dokter forensik didampingi 30 personel yang mulai bekerja pukul 08.00 WIB," ujar Andrianto di Palembang, dilansir dari Antara, Kamis, 7 Mei 2026.

Dia menjelaskan proses identifikasi korban kali ini merupakan tantangan yang cukup sulit. Sebab, korban mengalami luka bakar.

Tahapan identifikasi meliputi pemeriksaan ciri fisik tahap pertama, yang kemudian akan dilanjutkan dengan proses rekonsiliasi atau pencocokan data medis dengan data primer dari pihak keluarga.

"Ini bukan bicara soal durasi lama atau cepat, tapi ketepatan. Kami melakukan rekonsiliasi gabungan dari hasil pemeriksaan. Hingga saat ini, diperkirakan sudah ada lima jenazah yang mendekati hasil identifikasi pasti, namun kami masih menunggu keputusan pimpinan untuk diumumkan secara resmi," kata dia. 

Dia mengatakan Polda Sumsel telah mendirikan posko di RS Bhayangkara Palembang untuk memfasilitasi pihak keluarga yang ingin melapor. Keluarga korban diminta segera datang dengan membawa identitas resmi atau data medis pendukung lainnya guna mempercepat proses DVI.

Terkait proses penyerahan jenazah kepada pihak keluarga, kepolisian memastikan akan memberikan perlakuan terbaik hingga identitas benar-benar terverifikasi secara saintifik.

Sejauh ini, ada lima korban meninggal dunia yang telah teridentifikasi berdasarkan data sementara. Namun, data itu masih harus didalami untuk kepastiannya.

Korban pertama adalah pengemudi truk tangki Seleraya bernama Aryanto, 48, warga Lubuklinggau, dan penumpangnya, Martono, 47, seorang petani asal Desa Belani. Keduanya dilaporkan meninggal di dalam kendaraan.

Sementara itu, tiga korban lainnya berasal dari bus ALS, yakni Alif, 44, selaku pengemudi asal Jawa Tengah, serta dua kru bus, Saf, 50, dan Maleh, 42, yang keduanya berasal dari Medan.
 

Baca Juga: 

16 Jenazah Korban Kecelakaan Bus ALS vs Truk Tangki di Muratara Hangus Terbakar



Kecelakaan maut bus ALS diJalan Lintas Sumatera, Kecamatan Karang Jaya, Rabu (6/5/2026). ANTARA/HO-BPBD Muratara

Sebelumnya, Kepala Bidang Kesiapsiagaan BPBD Muratara, Mugono, mengonfirmasi insiden tragis tersebut mengakibatkan sedikitnya 16 orang meninggal dunia di lokasi kejadian. Korban terdiri atas 14 penumpang bus ALS serta sopir dan kenek mobil tangki.

"Tim kami sedang di lapangan bersama Satlantas untuk proses evakuasi. Laporan sementara ada 16 korban jiwa yang sudah teridentifikasi meninggal dunia," ujar dia.

Dia menyebutkan berdasarkan data awal yang dihimpun BPBD di lapangan, kecelakaan terjadi sekitar pukul 12.39 WIB.

Peristiwa bermula saat bus ALS melaju dari arah Lubuklinggau menuju Medan atau Pekanbaru. Saat melintasi wilayah Kecamatan Karang Jaya, muncul percikan api dari bagian bus.

Sopir bus ALS kemudian mencoba mengarahkan kendaraan ke sisi kanan jalan untuk menghindari risiko lebih besar.

Namun, secara bersamaan dari arah berlawanan (Utara/Rupit), sebuah mobil tangki melaju dengan kecepatan tinggi sehingga tabrakan hebat tidak dapat terhindarkan.

Pihak BPBD menekankan bahwa fokus utama saat ini adalah mengeluarkan korban yang terjepit di kabin kendaraan dan memastikan keselamatan penumpang lain yang mengalami luka-luka.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Achmad Zulfikar Fazli)