Filipina Usulkan Tiga Dokumen Penting dalam KTT ASEAN ke-48 di Cebu

Menteri Luar Negeri ASEAN lakukan pertemuan di Cebu, Filipina 6 Mei 2026. Foto: Kemlu RI

Filipina Usulkan Tiga Dokumen Penting dalam KTT ASEAN ke-48 di Cebu

Muhammad Reyhansyah • 7 May 2026 16:18

Jakarta: Filipina akan mengusulkan tiga dokumen hasil utama untuk dipertimbangkan para pemimpin negara ASEAN dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN ke-48 yang berlangsung di Cebu, Filipina pekan ini.

Dalam siaran pers ASEAN Filipina 2026, Kamis, 7 Mei 2026, Juru Bicara ASEAN Dominic Xavier Imperial mengatakan ketiga dokumen tersebut berada di bawah pilar ASEAN Political-Security Community (APSC) dan menjadi fokus pembahasan dalam rangkaian pertemuan tingkat tinggi ASEAN.

“Secara khusus di bawah Pilar ASEAN Political-Security Community, kami tengah mendorong pengesahan tiga dokumen hasil penting untuk dipertimbangkan para pemimpin ASEAN,” ujar Imperial dalam konferensi pers di International Media Center, Lapu-Lapu City, Rabu, 6 Mei 2026.

Salah satu dokumen yang akan diajukan ialah Cebu Protocol to Amend the Charter of the ASEAN yang menjadi amendemen pertama terhadap Piagam ASEAN sejak pertama kali ditandatangani pada 2007.

Imperial menyebut langkah tersebut mencerminkan penguatan kelembagaan ASEAN, terutama untuk mendukung integrasi penuh Timor-Leste sebagai anggota baru organisasi regional tersebut.

“Ini mencerminkan penguatan kelembagaan ASEAN yang berkelanjutan, khususnya dalam mendukung integrasi penuh Timor-Leste ke dalam blok regional,” kata Imperial.

Selain itu, para pemimpin ASEAN juga akan membahas ASEAN Leaders’ Declaration on Maritime Cooperation yang menegaskan komitmen kawasan dalam memperkuat kerja sama maritim melalui sejumlah inisiatif konkret.

Deklarasi tersebut mencakup rencana memasukkan ASEAN Coast Guard Forum (ACF) sebagai badan sektoral ASEAN serta usulan pembentukan ASEAN Maritime Centre di Filipina.

Dokumen ketiga yang akan didorong Filipina adalah ASEAN Leaders’ Statement on the Response to the Middle East Crisis yang disusun menyusul dua pertemuan khusus Menteri Luar Negeri ASEAN pada Maret dan April lalu terkait konflik di Timur Tengah.

Pernyataan para pemimpin ASEAN itu disebut akan memuat respons kolektif kawasan terhadap krisis Timur Tengah sekaligus memperkuat koordinasi ASEAN dalam menghadapi situasi darurat di masa mendatang.

Imperial menambahkan para pemimpin ASEAN dalam KTT ke-48 turut memfokuskan perhatian pada tiga isu utama, yakni ketahanan energi, ketahanan pangan, dan keselamatan warga negara ASEAN.

Di sisi lain, Filipina sebagai ketua ASEAN 2026 juga akan terus mendorong sejumlah agenda prioritas lainnya, termasuk persiapan peringatan 50 tahun Treaty of Amity and Cooperation in Southeast Asia (TAC), proses integrasi Timor-Leste, serta perkembangan situasi di Myanmar.

“Di tengah meningkatnya ketidakpastian geopolitik dan tantangan regional yang terus berkembang, Filipina menekankan pentingnya memperkuat otonomi strategis kawasan yang berlandaskan pada Sentralitas ASEAN, meningkatkan koordinasi kita sebagai komunitas bangsa-bangsa, serta menegaskan kembali tekad kita terhadap prinsip-prinsip hukum internasional yang telah lama berlaku,” ujar Imperial.

Filipina menjadi tuan rumah KTT ASEAN 2026 dan berbagai pertemuan terkait dengan mengusung tema “Navigating Our Future, Together.”

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Fajar Nugraha)