Ilustrasi. Foto: Antara.
IHSG Diproyeksi Bakal Melesat ke Level 9.700 Tahun Ini
Husen Miftahudin • 13 January 2026 10:30
Jakarta: Pasar modal Indonesia diprediksi akan mengalami lonjakan signifikan pada 2026. Head of Equity Strategy Asia Pacific, HSBC Global Research, Herald van der Linde memproyeksikan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melesat hingga ke level 9.700. Optimisme ini didorong oleh valuasi saham domestik yang berada di titik terendah dalam 20 tahun terakhir.
"Kami memiliki target indeks sebesar 9.700 naik dari level saat ini sekitar 8.600. Jadi kami yakin ada potensi kenaikan yang baik," ungkap Herald dalam HSBC Indonesia Economy & Investment Outlook 2026 yang digelar secara daring, dikutip Selasa, 13 Januari 2026.
Herald menjelaskan, saat ini investor global mulai merasa jenuh dengan dominasi investasi di sektor Artificial Intelligence (AI) yang terpusat di Taiwan dan Korea.
Ia mencatat selama setahun terakhir, insentif pajak di AS telah memicu investment di sektor AI. Namun, hal ini menciptakan anomali di mana ekspektasi laba di luar sektor teknologi justru melemah. Sebaliknya, di Asia, khususnya Taiwan dan Korea, posisi beli (buy side) investor sudah sangat padat sehingga ruang pertumbuhan menjadi terbatas.

(Ilustrasi pergerakan saham pada IHSG. Foto: Medcom.id)
"Kami memiliki target indeks sebesar 9.700 naik dari level saat ini sekitar 8.600. Jadi kami yakin ada potensi kenaikan yang baik," ungkap Herald dalam HSBC Indonesia Economy & Investment Outlook 2026 yang digelar secara daring, dikutip Selasa, 13 Januari 2026.
Herald menjelaskan, saat ini investor global mulai merasa jenuh dengan dominasi investasi di sektor Artificial Intelligence (AI) yang terpusat di Taiwan dan Korea.
Ia mencatat selama setahun terakhir, insentif pajak di AS telah memicu investment di sektor AI. Namun, hal ini menciptakan anomali di mana ekspektasi laba di luar sektor teknologi justru melemah. Sebaliknya, di Asia, khususnya Taiwan dan Korea, posisi beli (buy side) investor sudah sangat padat sehingga ruang pertumbuhan menjadi terbatas.
| Baca juga: Pasar Saham Tiongkok dan Asia Tenggara Diyakini Paling Mentereng di Asia Tahun Ini |
.jpg)
(Ilustrasi pergerakan saham pada IHSG. Foto: Medcom.id)
Kepemilikan investor asing relatif rendah
Salah satu poin krusial yang disoroti Herald adalah posisi kepemilikan investor asing di Indonesia yang saat ini relatif rendah. Herald menilai banyak di sektor perbankan justru diperdagangkan pada harga yang sangat terjangkau.
"Valuasi Indonesia sangat rendah. Banyak saham bank yang harganya murah, serendah level yang pernah ada selama 15 atau 20 tahun terakhir," jelas Herald.
Kondisi ini, menurut dia, menjadi momentum entry point yang ideal bagi pemodal besar, mengingat fundamental emiten Indonesia diprediksi akan memberikan kejutan positif pada laporan keuangan mendatang.
Meskipun memberikan target optimis di angka 9.700 naik signifikan dari level saat ini di kisaran 8.600, Herald tetap mengingatkan investor untuk waspada terhadap dinamika global. Faktor risiko seperti fluktuasi nilai tukar rupiah terhadap dolar AS dan kecepatan aliran dana asing (capital flow) tetap menjadi variabel yang harus dicermati. (Surya Mahmuda)
Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun Google News Metrotvnews.com