Indonesia menjadi tuan rumah pertama konser amal global 100 CTFP untuk atlet difabel dunia. (Charity Concert 100 CTFP)
Indonesia Kirim Pesan Solidaritas bagi Atlet Difabel Lewat Konser 100 CTFP
Willy Haryono • 19 January 2026 14:11
Jakarta: Presiden Asian Paralympic Committee (APC) Majid Rashed menyatakan dukungan penuh terhadap pelaksanaan International Charity Concert 100 CTFP (ICC 100 CTFP), sebuah konser amal global yang mengusung konsep from the heart dan sepenuhnya dijalankan dengan prinsip zero budget.
Indonesia menjadi negara pertama yang dipercaya sebagai penyelenggara ICC 100 CTFP. Program 100 CTFP sendiri merupakan gerakan amal internasional yang menghadirkan tokoh-tokoh dunia untuk menyampaikan tiga pesan khusus bagi atlet difabel di seluruh dunia. Pesan tersebut dikemas dalam bentuk kartu berwarna merah sebagai simbol kepedulian, kasih sayang, dan solidaritas terhadap atlet paralimpik.
“Ini sebuah puzzle. Saya harus mencari siapa saja orang-orang beautiful heart yang dipilih Tuhan untuk menjadi bagian dari ICC 100 CTFP, karena semuanya dilakukan dengan anggaran nol,” ujar Natalia Tjahja, pencetus 100 CTFP dan ICC 100 CTFP, dalam siaran pers yang diterima Metrotvnews.com, Senin, 19 Januari 2026.
Dukungan terhadap acara ini datang langsung dari Majid Rashed, yang juga merupakan tokoh penting di balik penyelenggaraan Asian Para Games Aichi–Nagoya 2026 yang akan berlangsung pada 18–24 Oktober 2026. Dalam pernyataannya, Rashed menyampaikan tiga pesan utama bagi atlet difabel dunia:
- Our athletes are the backbone of the Paralympic Movement.
- Empowering athletes is not just our vision but our promise for the future.
-True success is measured not just in medals but in the system we build together, because together, we are stronger.
100 CTFP Card of Honor
Selain konser amal, ICC 100 CTFP juga akan memberikan penghargaan “100 CTFP Card of Honor” kepada 27 tokoh Indonesia yang dinilai berkontribusi besar terhadap perkembangan paralimpik dari berbagai sektor.Beberapa penerima penghargaan tersebut antara lain Raja Sapta Oktohari, Harnoto Darsono, Muhammad Jufri Sakka, Dwiki Dharmawan, Ita Purnamasari, serta Didi Budiardjo.
Dalam rangkaian acara, turut diperkenalkan karya seni berjudul “From the Heart” karya Maki Starfield, pelukis juara dunia asal Jepang. Lukisan tersebut diserahkan kepada Harnoto Darsono dan akan menjadi simbol pembuka gerakan 100 CTFP di Jepang sebagai bentuk dukungan terhadap Asian Para Games Aichi–Nagoya 2026.
“Saya memberikan lukisan tersebut kepada Bapak Harnoto Darsono selaku Ketua Umum PIMA Indonesia. Lukisan ini akan menjadi pembuka 100 CTFP di Jepang,” kata Natalia.
Pembukaan ICC 100 CTFP akan diawali dengan tiga pesan dari Andrew Parsons, Presiden International Paralympic Committee (IPC) yang menaungi 185 negara. Acara juga akan dibuka secara resmi oleh Wandee Tosuwan, Sekretaris Jenderal ASEAN Para Sports Federation (APSF), bersama Natalia Tjahja.
“Keinginan saya untuk dapat bereuni dengan Garuda Indonesia akhirnya terwujud melalui acara ini,” ujar Natalia, tanpa merinci lebih lanjut makna personal pernyataan tersebut.
Ia menutup dengan menyampaikan apresiasi kepada seluruh tim pendukung ICC 100 CTFP Indonesia.
“Saya merasakan kedamaian bekerja bersama tim yang sehati,” ujarnya, menyebut nama-nama seperti Dwiki Dharmawan, Jose R. Kurniawan, Ariawan Hadiwidjaja, Julius Wijaya, Saurma MGP Siahaan, dan Paula Meliana.
Baca juga: Konser Amal 100 CTFP Akan Digelar di Jakarta untuk Dukung Atlet Difabel