4 Titik Api di Lahan Gambut OKU Selatan Berhasil Dipadamkan

Anggota Polres OKU Selatan bersama warga berjibaku memadamkan api karhutla di Desa Pelangki, Sabtu (19/9). ANTARA/HO-Humas Polres OKU Selatan

4 Titik Api di Lahan Gambut OKU Selatan Berhasil Dipadamkan

Lukman Diah Sari • 20 September 2026 19:36

Muaradua: Tim Satuan Tugas (Satgas) Karhutla berhasil memadamkan empat titik kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di area perkebunan PT PML dan Desa Pelangki, Kecamatan Muaradua, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Selatan, Sumatra Selatan. Seluruh titik api saat ini dipastikan telah padam total.

"Karhutla terjadi masing-masing dua titik di lahan milik perusahaan perkebunan PT PML dan di wilayah Desa Pelangki," kata Kapolres OKU Selatan, AKBP I Made Redi Hartana, melalui keterangan tertulis di Palembang, Minggu, 20 September 2026, melansir Antara.

Made menjelaskan, peristiwa karhutla yang mulai terdeteksi pada Sabtu siang, 19 September 2026, itu menghanguskan lebih dari dua hektare lahan gambut. Menindaklanjuti temuan titik panas tersebut, pihaknya langsung bergerak cepat menerjunkan puluhan personel kepolisian untuk menjinakkan si jago merah.

Bersama warga sekitar, petugas kepolisian harus berjibaku menembus medan untuk mencegah kobaran api meluas. Pemadaman dilakukan secara maraton dengan mengandalkan mobil tangki penyuplai air serta selang *machino*.

"Pemadaman dilakukan secara maraton begitu laporan titik panas terdeteksi. Langkah mitigasi cepat ini sangat penting dilakukan untuk memastikan titik api tidak merambat ke vegetasi kering lainnya," tegasnya.

Ilustrasi-Pelaksanaan water bombing ke lokasi karhutla dalam kawasan Taman Nasional Berbak dan Sembilang (TNBS) di wilayah Sumsel. (Dokumentasi/ Posko Satgas Karhutla Jambi)

Kerja keras tim gabungan sejak siang hari akhirnya membuahkan hasil pada malam harinya.

"Proses pemadaman berakhir tadi malam pada pukul 21.20 WIB. Seluruh titik api kini dipastikan telah padam total dan tim di lapangan masih melakukan pendinginan (*cooling down*) di lokasi untuk memastikan tidak ada bara api yang tersisa," pungkas Made.

(Lukman Diah Sari)