Identifikasi Korban KM Virgo: DVI Polda Jatim Terima 76 Data Ante Mortem

Jenazah korban Kapal Virgo saat tiba di Lanud Sjamsudin Noor usai dievakuasi lewat jalur udara pada Selasa (15/9/2026). ANTARA/Firman

Identifikasi Korban KM Virgo: DVI Polda Jatim Terima 76 Data Ante Mortem

Faishol Taselan • 20 September 2026 15:12

Surabaya: Proses identifikasi korban kecelakaan laut Kapal Motor (KM) Virgo Transport 8 terus berlanjut. Hingga saat ini, Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Jawa Timur telah menerima 76 data ante mortem dari pihak keluarga korban.

Selain data ante mortem, Tim DVI juga telah mengumpulkan 42 sampel DNA dari keluarga inti korban. Pengambilan sampel ini dilakukan guna memperkuat akurasi data pembanding.

“Pengambilan sampel dilakukan menggunakan metode buccal swab atau usap bagian dalam pipi untuk mendukung proses identifikasi,” kata Kepala Rumah Sakit (Karumkit) Bhayangkara Surabaya, Kombes Pol dr. Bayu Dharma Shanti, di Surabaya, Minggu, 20 September 2026.

Seluruh data ante mortem tersebut diperoleh dari keluarga maupun kerabat yang mendatangi Posko DVI di kawasan Tanjung Perak, Surabaya, untuk mencari anggota keluarga mereka yang belum ditemukan. Data yang dihimpun mencakup berbagai informasi fisik, rekam medis, hingga data sekunder lainnya sebelum korban meninggal dunia.

Bayu menjelaskan, setelah seluruh data dan sampel terkumpul, tim akan memasuki tahap rekonsiliasi. Pada tahap ini, berbagai data fisik dan biologis korban akan dicocokkan dengan data *ante mortem* dari keluarga.

KM Virgo Transport 8. Dok Metro TV.


Proses identifikasi ini dilakukan secara bertahap dengan mengacu pada standar operasional prosedur (SOP) DVI internasional demi memastikan ketelitian dan akurasi yang tinggi.

“Proses identifikasi ini kami lakukan secara bertahap dengan mengedepankan ketelitian mutlak dan akurasi tinggi. Kami juga memastikan pendampingan serta pelayanan terbaik bagi keluarga korban tetap berjalan optimal selama seluruh proses DVI ini berlangsung,” ujar Bayu.

Seiring dengan masa perpanjangan operasi pencarian, Posko DVI di Tanjung Perak dipastikan tetap disiagakan. Tim masih membuka pelayanan bagi masyarakat yang ingin menyerahkan data pendukung, seperti rekam medis, ciri-ciri fisik khusus, maupun sampel biologis guna membantu mempercepat proses identifikasi.

(Lukman Diah Sari)