Duta Besar Kanada untuk Indonesia dan Timor-Leste Jess Dutton. Foto: Metrotvnews.com
Ratifikasi Kanada Rampung, Perjanjian ICA-CEPA Berpeluang Berlaku Akhir Tahun Ini
Muhammad Reyhansyah • 11 June 2026 09:26
Jakarta: Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif Indonesia-Kanada (ICA-CEPA) berpeluang mulai berlaku sebelum akhir 2026 setelah Kanada menyelesaikan proses ratifikasi dan Indonesia bersiap menuntaskan tahapan domestiknya melalui Peraturan Presiden (Perpres).
Duta Besar Kanada untuk Indonesia dan Timor-Leste Jess Dutton mengatakan perkembangan tersebut menjadi salah satu tonggak penting dalam hubungan ekonomi kedua negara.
“Saya senang menyampaikan bahwa bulan lalu parlemen Kanada telah menyelesaikan proses ratifikasi CEPA. Di pihak Indonesia, ratifikasi akan dilanjutkan melalui Peraturan Presiden, yang membuka peluang bagi CEPA untuk mulai berlaku sebelum akhir tahun ini,” ujar Dutton dalam acara Media Gathering to Welcome FIFA World Cup 2026 di kediamannya, Jakarta, Rabu, 10 Juni 2026.
Menurut Dutton, perkembangan tersebut terjadi tidak lama setelah Perdana Menteri Kanada Mark Carney dan Presiden RI Prabowo Subianto melakukan pembicaraan melalui sambungan telepon pada Sabtu lalu.
Dalam percakapan tersebut, kedua pemimpin membahas berbagai isu internasional, termasuk dampak konflik di Timur Tengah, kondisi pasar energi, dan perkembangan ekonomi global.
Dutton mengatakan Carney dan Prabowo juga membahas peluang untuk memperdalam hubungan perdagangan dan investasi antara Kanada dan Indonesia, termasuk melalui implementasi ICA-CEPA.
“Mereka mengidentifikasi berbagai peluang untuk memperdalam hubungan perdagangan dan investasi antara Kanada dan Indonesia, termasuk dalam konteks CEPA,” kata Dubes Dutton.
ICA-CEPA yang ditandatangani pada September 2025 merupakan perjanjian perdagangan bilateral pertama yang pernah dimiliki Kanada dengan negara anggota ASEAN.
Dutton berpandangan, perjanjian tersebut memiliki arti strategis karena tidak hanya berfokus pada perdagangan bebas, tetapi juga mencakup kerja sama yang lebih luas antara kedua negara.
“Ini merupakan perkembangan bersejarah bagi kedua negara kita karena ini bukan sekadar perjanjian perdagangan bebas. Seperti yang terlihat dari namanya, ini adalah perjanjian kemitraan yang komprehensif,” ujarnya.
Potensi Berlaku Akhir Tahun
Setelah sepenuhnya diterapkan, lebih dari 95 persen ekspor Kanada yang saat ini masuk ke Indonesia akan memperoleh pengurangan atau penghapusan tarif.Produk-produk yang diperkirakan akan mendapatkan manfaat antara lain gandum, potash, kayu, dan kedelai.
Dutton mengatakan implementasi ICA-CEPA diharapkan dapat memperkuat hubungan ekonomi kedua negara sekaligus membuka peluang investasi dan perdagangan yang lebih besar di masa depan.
Selain membahas ICA-CEPA, Carney dalam pembicaraannya dengan Prabowo juga menegaskan dukungan Kanada untuk mempercepat penyelesaian perundingan perjanjian perdagangan bebas antara Kanada dan ASEAN.
Menurut Dutton, Perdana Menteri Kanada menyambut dukungan Indonesia terhadap target penyelesaian perundingan Canada-ASEAN Free Trade Agreement pada 2026.
Ia menilai langkah tersebut akan semakin memperkuat hubungan ekonomi Kanada dengan kawasan Asia Tenggara yang terus berkembang dan memiliki arti strategis bagi kebijakan Indo-Pasifik Kanada.