Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin di Jakarta, Selasa (2/6/2026). ANTARA/Mecca Yumna
Menkes Dukung 4 Langkah BGN Perbaiki Tata Kelola MBG
Achmad Zulfikar Fazli • 9 June 2026 19:11
Jakarta: Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mendukung penuh empat langkah Badan Gizi Nasional (BGN) untuk memperbaiki tata kelola program Makan Bergizi Gratis (MBG). Kementerian Kesehatan (Kemenkes) akan memperkuat sinergi dengan BGN, untuk perbaikan tata kelola MBG.
"Saya sangat mendukung dan mengapresiasi langkah-langkah yang telah ditetapkan jajaran pimpinan baru BGN," kata Menkes Budi Gunadi, dilansir dari Antara, Selasa, 9 Juni 2026.
Hal itu diungkap Budi, saat menerima kunjungan Kepala BGN Nanik Sudaryati Deyang beserta dua wakilnya, Agustina Arumsari dan Trenggono di Gedung Kemenkes, Jakarta.
Menkes menegaskan sinergi Kemenkes dan BGN akan mencakup integrasi data serta detail program. Kemenkes akan menyiapkan para ahli kesehatan dan gizi anak untuk mendukung BGN menyukseskan perbaikan tata kelola MBG.
"Silakan siapa pun yang dipilih, kami menyiapkan yang terbaik, silakan BGN yang memutuskan," kata Menkes Budi.
%20bersama%20Wakil%20Kepala%20BGN%20Agustina%20Arumsari%20dan%20Mayjen%20TNI%20Trenggono%20(di%20samping%20kanan%20dan%20kirinya)%20dalam%20kunjungan%20ke%20Kantor%20Kemenkes%2C%20Jakarta%2C%20Selasa%20(9_6_2026)_%20ANTARA_HO-BGN.jpg)
Kepala BGN Nanik Sudaryati Deyang (mengenakan kerudung hitam) bersama Wakil Kepala BGN Agustina Arumsari dan Mayjen TNI Trenggono (di samping kanan dan kirinya) dalam kunjungan ke Kantor Kemenkes, Jakarta, Selasa (9/6/2026). ANTARA/HO-BGN.
Baca Juga:
Kemenkes dan BGN Sedang Tentukan Ahli Gizi untuk Dewan Pengarah |
Sementara itu, Kepala BGN Nanik S Deyang memaparkan empat langkah yang akan diambil pimpinan BGN dalam rangka menata ulang Program MBG. Penataan akan dilakukan dengan mengatur ulang prioritas penerima manfaat, moratorium pembangunan dapur baru, pembenahan dapur yang telah beroperasi, serta penyusunan skema baru pelaksanaan MBG di wilayah terdepan, tertinggal, dan terluar (3T).
"Untuk refocusing penerima manfaat, kami memerlukan dukungan Kemenkes karena fokus sasaran penerima manfaat MBG ke depan adalah kelompok ibu hamil, ibu menyusui, dan balita (3B) yang menjadi domain isu Kemenkes," kata Nanik.
Nanik menegaskan pimpinan BGN kini lebih bersifat kolektif kolegial. Dia tidak akan memutuskan berbagai persoalan tanpa persetujuan dua wakilnya.
"Saya hanya sebagai ketua kelas saja. Semua akan kami putuskan bersama," ucap Nanik.
Dia juga mengapresiasi dukungan Menkes Budi Gunadi beserta seluruh jajarannya kepada BGN. Nanik berharap kerja sama tersebut terus berkelanjutan dan semakin erat dalam upaya mempersiapkan generasi emas Indonesia 2045.