Jembatan Kaca Bromo yang berada di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (ANTARA/HO-BB TNBTS)
Jembatan Kaca Bromo Dibuka saat Libur Sekolah Akhir Juni 2026
Silvana Febiari • 12 June 2026 21:59
Probolinggo: Jembatan Kaca Bromo akan dibuka saat liburan sekolah pada akhir Juni 2026. Pembukaan ini dilakukan setelah penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BB TNBTS) sebagai pemilik aset dan CV Sinergi Permata Semesta sebagai pengelola.
"Seluruh aset yang disewakan akan dimanfaatkan untuk aktivitas wisata alam sebagai komitmen Balai Besar TNBTS dalam meningkatkan layanan kepada pengunjung,” kata Kepala BB TNBTS Rudijanta Tjahja Nugraha, dilansir dari Antara, Jumat, 12 Juni 2026.
Menurut dia, perjanjian sewa aset tersebut berlaku selama lima tahun, mulai 11 Juni 2026 hingga 10 Juni 2031. Aset negara yang disewakan kepada pengelola meliputi tanah kosong yang sudah diperuntukkan berupa tanah area Jembatan Kaca Bromo seluas 2.429 meter persegi.
"Kemudian bangunan lainnya berupa shuttle area dan sarana pendukung Jembatan Kaca seluas 791 meter persegi serta jembatan pada jalan kabupaten kolektor berupa jembatan pejalan kaki berstruktur lantai kaca seluas 360 meter persegi," ungkapnya.
Ia mengatakan pemanfaatan aset tersebut merupakan tindak lanjut dari penyerahan pengelolaan Jembatan Kaca Bromo. Sebelumnya, pengelolaan jembatan itu telah dialihkan dari Kementerian Pekerjaan Umum kepada Kementerian Kehutanan pada Oktober 2025.
“Infrastruktur itu dibangun untuk mendukung pengembangan kawasan strategis pariwisata nasional sekaligus memperkuat daya tarik wisata alam di kawasan konservasi," paparnya.
Pengelolaan Jembatan Kaca Bromo menjadi bentuk sinergi antara BB TNBTS dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo. Kerja sama ini dilakukan untuk mengembangkan destinasi wisata unggulan yang berkelanjutan.
“Kolaborasi itu diharapkan mampu mengoptimalkan pengelolaan kawasan, meningkatkan kualitas pelayanan wisata serta memberikan manfaat ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat sekitar tanpa mengesampingkan prinsip-prinsip konservasi," ujar dia.

Jembatan Kaca Bromo yang berada di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (ANTARA/HO-BB TNBTS)
Sementara Direktur Utama CV Sinergi Permata Semesta Achmad Ridho mengatakan pihaknya segera melakukan inspeksi dan perawatan pra operasional sebelum objek wisata tersebut dibuka untuk umum.
“Dalam waktu dekat sebelum dan menjelang musim libur sekolah akhir bulan ini (Juni), kami berkomitmen untuk segera mengoperasionalkan Jembatan Kaca Bromo," ucapnya.
Ridho yang juga menjabat sebagai General Manager The Lawu Group menjelaskan pengoperasian Jembatan Kaca Bromo akan mengikuti seluruh standar operasional prosedur (SOP) yang ditetapkan Balai Geoteknik, Terowongan dan Struktur (BGTS). Hal ini dilakukan guna menjamin keamanan serta keselamatan pengunjung.
"Kami tetap akan mengikuti segala SOP yang sudah ada. Meskipun pada dasarnya kami telah berpengalaman mengoperasikan jembatan kaca di Kemuning Sky Hills, Jawa Tengah," sahutnya.
Selain fokus pada aspek keselamatan, pihak pengelola juga berkomitmen menjaga kelestarian kawasan konservasi serta memberdayakan masyarakat sekitar, termasuk pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) di kawasan Bromo.
“Kami tetap akan menjaga kelestarian alam dan memprioritaskan SDM serta UMKM warga setempat demi kemajuan pariwisata dan kesejahteraan ekonomi bersama,” tambahnya.
Dengan ditandatanganinya perjanjian pengelolaan tersebut, Jembatan Kaca Bromo diharapkan menjadi daya tarik wisata baru yang mampu meningkatkan kunjungan wisatawan ke kawasan Bromo. Keberadaannya juga diharapkan memberikan dampak positif bagi perekonomian masyarakat di Probolinggo.