COO Danantara Indonesia/Kepala BP BUMN Dony Oskaria. Foto: Tangkapan layar Breaking News Metro TV.
Tegaskan Beda dengan 1MDB, Danantara: Risiko Investasi dan BUMN Dipisah
Husen Miftahudin • 11 June 2026 22:41
Jakarta: Chief Operating Officer (COO) Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara Indonesia) Dony Oskaria menegaskan struktur kelembagaan Danantara Indonesia dirancang berbeda dari skema pengelolaan investasi 1Malaysia Development Berhad atau 1MDB.
Sejak awal pembentukannya, Danantara menerapkan pemisahan yang jelas antara pengelolaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan aktivitas investasi untuk memitigasi risiko.
Menurut Dony, munculnya perbandingan antara Danantara dan 1MDB tidak terlepas dari adanya konsolidasi aset BUMN yang dibarengi dengan fungsi investasi dalam satu entitas. Meski demikian, Danantara telah dirancang dengan mekanisme tata kelola yang berbeda melalui pemisahan fungsi pengelolaan aset dan investasi.
"Dari awal mendesain Danantara, (kita) itu sudah berpikir harus terjadi pemilahan risiko antara pengelolaan BUMN dengan investasi. Karena yang namanya investasi itu bisa gagal, bisa menghasilkan," kata Dony dalam podcast Bukan Kaleng Kaleng, dikutip Kamis, 11 Juni 2026.
Ia menjelaskan investasi pada dasarnya mengandung risiko. Karena itu, pemisahan fungsi dilakukan agar potensi kegagalan investasi tidak berdampak terhadap operasional maupun kinerja perusahaan-perusahaan pelat merah.
"Anda bisa bayangkan kalau kemudian kita berinvestasi dan investasinya gagal, bisa menyeret BUMN-nya. Karena itu dari awal kita sudah mendesain itu, kita pecah," ujar dia.
Dony mengatakan Danantara memiliki dua pilar utama. Pilar pertama adalah Danantara Asset Management yang berfungsi sebagai konsolidator sekaligus pengelola portofolio BUMN. Pilar kedua adalah Danantara Investment Management yang bertugas sebagai lengan investasi untuk menempatkan dana pada berbagai proyek produktif.
"Danantara Asset Management sebagai konsolidator BUMN-BUMN, dan Danantara Investment Management sebagai investment arm-nya," lanjut Dony.

(Wisma Danantara Indonesia. Foto: dok Danantara)
Dividen BUMN jadi sumber investasi
Dony menegaskan dana yang digunakan untuk investasi tidak berasal dari aset pokok BUMN. Dana investasi bersumber dari dividen yang dihasilkan perusahaan-perusahaan negara yang berada di bawah pengelolaan Danantara Asset Management.
"Yang diinvestasikan adalah dividen. Jadi, dividen yang dihasilkan oleh Danantara Asset Management diinvestasikan untuk hal yang produktif, untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi kita," kata dia.
Ia menilai kualitas pengelolaan BUMN menjadi faktor utama yang menentukan keberlanjutan Danantara. Kinerja BUMN yang baik akan menghasilkan dividen lebih besar sehingga kapasitas investasi juga meningkat.
"Artinya apa? Pengelolaan BUMN ini menjadi kata kunci utama untuk keberlanjutan Danantara. Kalau kita keliru mengelola BUMN-nya, Danantara-nya pasti gone. Karena kunci yang diinvestasikan adalah hasil pengelolaan BUMN-nya," tutur Dony.
Dony menambahkan, keberhasilan pengelolaan BUMN akan memperkuat kemampuan Danantara dalam menyalurkan investasi produktif yang diharapkan dapat mendukung percepatan pertumbuhan ekonomi nasional.