Iran Ancam Hentikan Laga Piala Dunia Jika Muncul Bendera Tidak Resmi

Suporter Iran saat hadiri Piala Dunia 2022 di Qatar. Foto: Press TV

Iran Ancam Hentikan Laga Piala Dunia Jika Muncul Bendera Tidak Resmi

Muhammad Reyhansyah • 11 June 2026 16:10

Teheran: Iran mengancam akan menghentikan pertandingan Piala Dunia 2026 apabila terdapat bendera tidak resmi atau slogan yang ditujukan kepada tim nasional mereka di stadion.

Pernyataan itu disampaikan Menteri Olahraga Iran Ahmad Donyamali dan dikutip media-media Iran, di tengah kritik terhadap keikutsertaan tim nasional Iran dalam turnamen sepak bola terbesar dunia tersebut.

"Kami telah memberi tahu FIFA bahwa jika bendera tidak resmi dibawa masuk atau slogan yang menargetkan tim nasional diteriakkan di stadion tempat Iran bermain di Piala Dunia, manajer tim tentu akan bertanggung jawab untuk menghentikan pertandingan," kata Donyamali, dikutip dari TRT World, Kamis, 11 Juni 2026.

Ia menambahkan pihaknya telah menerima jaminan bahwa tidak akan ada insiden yang mengganggu saat Iran menghadapi Mesir.

Piala Dunia 2026 akan dimulai pada Kamis, dengan Iran tergabung di Grup G.Tim berjuluk Team Melli itu dijadwalkan menghadapi Selandia Baru di Los Angeles pada 15 Juni, Belgia pada 21 Juni di kota yang sama, dan Mesir di Seattle, Amerika Serikat pada 26
Juni.

Kontroversi Bayangi Timnas Iran

Sebelumnya, federasi sepak bola Iran dan Mesir meminta FIFA mencegah aktivitas terkait “Pride” dalam pertandingan yang akan berlangsung di Seattle. Laga tersebut ditetapkan penyelenggara lokal sebagai "Pride Match" karena berlangsung bertepatan dengan rangkaian perayaan Seattle Pride.

Kontroversi lain juga muncul pada April lalu ketika sejumlah demonstran menggelar aksi di luar Kongres FIFA di Vancouver.

Mereka menuntut agar Iran dilarang mengikuti Piala Dunia dengan alasan tim nasional tersebut dianggap mewakili Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC), bukan rakyat Iran secara keseluruhan.

Selain tekanan politik, timnas Iran juga menghadapi kendala organisasi menjelang turnamen.

Federasi Sepak Bola Iran mengungkapkan alokasi tiket untuk pendukung mereka dicabut beberapa hari sebelum kompetisi dimulai, sehingga banyak suporter yang telah menyusun rencana perjalanan tidak dapat menyaksikan langsung pertandingan timnya.

Saat ini skuad Iran sedang menjalani pemusatan latihan di Tijuana, Meksiko.

Di tengah konflik yang masih berlangsung di kawasan Timur Tengah, Departemen Keamanan Dalam Negeri Amerika Serikat menyatakan tim Iran hanya akan diizinkan memasuki wilayah AS sehari sebelum masing-masing pertandingan berlangsung.

(Fajar Nugraha)