Rudal yang diluncurkan dari kapal perang Garda Revolusi Iran. Foto: Press TV
IRGC Soroti Tindakan Agresif dan Provokatif AS di WIlayah Maritim
Muhammad Reyhansyah • 12 June 2026 12:05
Teheran: Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) telah menggagalkan upaya sebuah kapal tanker minyak yang mencoba melintas di Selat Hormuz.
Menurut IRGC alasan mereka lakukan penghentian, karena kapal masuk tanpa mematuhi arahan keamanan yang diberlakukan Teheran.
“Insiden terjadi setelah apa yang disebut sebagai tindakan agresif dan provokasi maritim terbaru Amerika Serikat di wilayah pesisir selatan Iran pada malam sebelumnya,” ujar laporan sumber itu, seperti dikutip dari Anadolu, Jumat 12 Juni 2026.
Sumber tersebut mengatakan Angkatan Laut IRGC telah memperketat pengawasan di Selat Hormuz dan berulang kali memperingatkan bahwa setiap pelayaran yang dianggap tidak aman atau tidak mendapatkan izin akan diperlakukan sebagai ancaman terhadap keamanan Iran dan stabilitas kawasan.
"Setelah tindakan kriminal militer teroris Amerika di pesisir selatan Iran, Angkatan Laut IRGC menutup Selat Hormuz bagi pelayaran yang tidak aman dan bersifat provokatif," kata sumber tersebut, dikutip dari Press TV, Jumat, 12 Juni 2026.
Ia menambahkan bahwa berbagai peringatan telah disampaikan kepada kapal-kapal yang berada di kawasan itu agar tidak mencoba melintasi selat tanpa mematuhi instruksi yang berlaku.
Iran Klaim Kapal Akhirnya Mematuhi Perintah
Menurut sumber keamanan tersebut, kapal yang terlibat dalam insiden terbaru merupakan kapal tanker minyak yang telah dikategorikan sebagai pelanggar ketertiban maritim.Setelah menerima peringatan dari Angkatan Laut IRGC, kapal tersebut disebut menghentikan upaya pelayarannya dan mematuhi larangan transit yang diberlakukan Iran.
Sumber itu menegaskan bahwa IRGC akan mengambil tindakan tegas terhadap setiap kapal yang dianggap melanggar aturan, tanpa memandang jenis maupun kewarganegaraannya.
Ia juga memperingatkan para nakhoda dan operator kapal agar tidak terpengaruh oleh apa yang disebutnya sebagai jaminan atau provokasi dari Amerika Serikat, serta mematuhi instruksi yang dikeluarkan IRGC.
Menurut sumber tersebut, pasukan Iran saat ini terus melakukan patroli dan pengawasan intensif di Selat Hormuz.
"Pasukan kami saat ini melakukan operasi pengawasan dan patroli secara menyeluruh di Selat Hormuz. Setiap kapal yang mencoba melintasi jalur vital ini akan dihadapi secara tegas dan menentukan," katanya.
IRGC menyebut operasi tersebut menunjukkan tekad Iran untuk mempertahankan kendali atas Selat Hormuz di tengah meningkatnya ketegangan dengan Amerika Serikat dan perkembangan situasi keamanan di kawasan Teluk.