Karhutla Tahura Raden Soerjo Meluas, Api Merembet ke Gunung Kembar

Penanganan kebakaran di kawasan Gunung Arjuno-Welirang/UPT Tahura Raden Soerjo.

Karhutla Tahura Raden Soerjo Meluas, Api Merembet ke Gunung Kembar

Daviq Umar Al Faruq • 20 August 2026 17:17

Pasuruan: Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Hutan Raya (Tahura) Raden Soerjo, Jawa Timur, meluas ke sejumlah area. Api yang pertama kali terdeteksi di kawasan Pondokan, Kelurahan Pecalukan, Kecamatan Prigen, Kabupaten Pasuruan, merembet mengikuti vegetasi menuju kawasan Gunung Kembar 1, Gunung Kembar 2, dan Lembah Lengkehan.

Kepala UPT Tahura Raden Soerjo, Agustiningtyas Marini, mengatakan titik awal kebakaran berada di atas kawasan Pondokan. Petugas kemudian melakukan upaya pemadaman dengan mengikuti jalur pendakian menuju lokasi kebakaran.

"Awalnya ada di atas Pondokan. Secara wilayah administratif masuk Pecalukan, Prigen. Itu awal titik apinya, kemudian merembet sampai ke wilayah atas. Kalau di kawasan kami masuk wilayah Kembar 1, Lengkehan, dan Kembar 2. Teman-teman melakukan upaya pemadaman di sana mengikuti jalur pendakian, lalu masuk ke lokasi kebakaran," ungkap Agustiningtyas, Kamis, 20 Agustus 2026.

Sistem Informasi Peringatan dan Deteksi Dini Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (SIPONGI) sempat menunjukkan tiga titik panas atau hotspot di kawasan tersebut.

Namun, Agustiningtyas menjelaskan tiga titik panas tersebut tidak menunjukkan tiga lokasi kebakaran yang terpisah. Ketiganya berada dalam satu hamparan area yang berdekatan.
 


"Terpantau di SIPONGI begitu. Tapi bukan berarti apinya ada di tiga titik terpisah. Hotspot itu menunjukkan potensi panas yang lebih besar dari yang lainnya sehingga terbentuk tiga titik. Pada prinsipnya itu berada pada satu area berdekatan yang semuanya terbakar," terang Agustiningtyas.

Kawasan Lengkehan berada di wilayah perbatasan yang mengarah ke wilayah administratif Kota Batu. Namun, pihak Tahura Raden Soerjo belum dapat memastikan apakah api sudah mencapai wilayah Kota Batu. Agustiningtyas mengatakan pemetaan belum dilakukan karena petugas masih memprioritaskan upaya pemadaman di lokasi kebakaran.

"Ini daerah perbatasan, saya belum bisa memastikan karena belum dipetakan. Tapi arahnya ke wilayah Batu. Tepatnya apakah sampai Batu atau belum, kita belum petakan karena masih fokus pada upaya pemadaman dulu," papar Agustiningtyas.

Hingga kini, UPT Tahura Raden Soerjo juga belum menetapkan luas area hutan yang terdampak kebakaran. Pengukuran dan pemetaan lahan akan dilakukan setelah seluruh titik api berhasil dipadamkan.

"Kalau Kota Batunya tidak, kan jauh. Makanya belum bisa kami petakan, tapi mengarahnya ke sana. Nanti akan terlihat kalau sudah dipetakan berapa luas kebakarannya," kata Agustiningtyas.



 Ilustrasi penutupan pendakian Gunung Arjuno-Welirang di Jawa Timur/Unggahan Instagram @tahuraradensoerjo.official 


Pendakian Arjuno-Welirang Ditutup

Kebakaran di kawasan Tahura Raden Soerjo turut berdampak pada aktivitas pendakian Gunung Arjuno-Welirang. Seluruh kegiatan pendakian ditutup sementara mulai 19 Agustus 2026 hingga batas waktu yang belum ditentukan.

Agustiningtyas membenarkan kebijakan tersebut melalui pengumuman resmi bernomor 500.4.6.10/1276/123.7.2/2026. Penutupan dilakukan setelah kebakaran dilaporkan terjadi di kawasan Tahura Raden Soerjo pada 18 Agustus 2026.

"Sehubungan dengan adanya kebakaran hutan yang terjadi pada tanggal 18 Agustus 2026 dikawasan Tahura R. Soerjo, maka mulai tanggal 19 Agustus 2026 seluruh aktifitas pendakian Gunung Arjuno-Welirang ditutup sementara sampai batas waktu yang tidak ditentukan," kata Agustiningtyas.

Penutupan tersebut mencakup seluruh aktivitas pendakian Gunung Arjuno-Welirang. Sementara itu, petugas masih berfokus pada penanganan kebakaran dan pemetaan luas area terdampak akan dilakukan setelah kondisi kebakaran dinyatakan terkendali.

(Whisnu M)