Ilustrasi, PLTS yang akan menjadi sumber listrik bersih untuk ekspor ke Singapura. Foto: Metrotvnews.com/Ade Hapsari.
Jadi Pemain Kunci Rantai Pasok Energi Hijau, RI Segera Ekspor Listrik Bersih ke Singapura
Husen Miftahudin • 15 March 2026 15:28
Jakarta: Indonesia dan Singapura mematangkan rencana ekspor listrik bersih dan memproyeksikan Kepulauan Riau menjadi hub industri teknologi berkelanjutan.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan rencana ekspor listrik bersih dari Indonesia ke Singapura diarahkan bukan sekadar sebagai perdagangan energi, tetapi juga sebagai pengungkit masuknya investasi industri berteknologi tinggi.
Pemerintah ingin memanfaatkan ketersediaan energi hijau untuk menarik perusahaan-perusahaan global membangun fasilitas produksi dan pusat teknologi di kawasan Batam, Bintan, dan Karimun (BBK), sehingga kawasan ini dapat berkembang menjadi pusat industri hijau baru di Indonesia.
"Saya sudah mendapat laporan bahwa kawasan industri sudah hampir final. Nanti kita akan bangun di wilayah Kepri. Dan ini saya lagi meng-clear-kan. Kalau itu sudah selesai, maka saya pikir ini salah satu kemajuan dalam persiapan," ungkap Bahlil dalam keterangan tertulis di Jakarta, dikutip dari Antara, Minggu, 15 Maret 2026.
| Baca juga: PLN Pastikan Pasokan Listrik dan Layanan SPKLU Prima dan Andal |
Diskusi teknikal sudah mengalami kemajuan
Senada dengan hal tersebut, Minister for Manpower sekaligus penanggung jawab energi Singapura Tan See Leng menyambut baik progres teknis terkait kerja sama ini. "Saya rasa sebagian besar diskusi teknikal sudah mengalami kemajuan yang baik," ujar Tan See Leng.
Dalam pertemuan itu, kedua negara juga menyinggung pengembangan kawasan industri berkelanjutan di Batam, Bintan, dan Karimun.
Pemerintah menyiapkan skema agar kebutuhan listrik dalam negeri tetap diprioritaskan sebelum ekspor, sekaligus membuka peluang kerja sama teknologi rendah karbon seperti penangkapan dan penyimpanan karbon (Carbon Capture Storage/CCS).
"Yang menyangkut CCS, aturan-aturannya sudah saya persiapkan. Itu kemudian bisa kita lakukan kolaborasi," jelas Bahlil.

(Menteri ESDM Bahlil Lahadalia saat bilateral meeting dengan Minister for Manpower Singapura Tan See Leng. Foto: dok Kementerian ESDM)
Tawarkan listrik hijau dari PLTS
Hal lain yang juga menjadi fokus pembahasan dalam pertemuan ini adalah terkait ekspor listrik. Bahlil menawarkan ekspor listrik yang berasal dari Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS), sejalan dengan program kelistrikan 100 gigawatt (GW) yang dibangun untuk memenuhi kebutuhan domestik dan juga dapat diekspor ke negara tetangga.
Namun, terdapat tantangan dari segi harga, di mana harga energi hijau lebih mahal daripada harga energi fosil. Kedua menteri juga sepakat sinergi ini adalah pembuktian kepemimpinan energi di ASEAN. Dengan dukungan teknis dan investasi dari Singapura serta sumber daya melimpah dari Indonesia, visi menjadi pemain kunci dalam rantai pasok energi hijau kini berada di jalur yang tepat.
Implementasi nyata melalui pilot project di kawasan BBK diharapkan dapat segera dimulai dalam waktu dekat sebagai bukti konkret dari tiga MoU yang telah ditandatangani sebelumnya.