Ilustrasi ultra mikro. Foto: Dok. Istimewa.
Peningkatan Literasi Dorong Usaha Ultra Mikro Naik Kelas
Fachri Audhia Hafiez • 8 September 2026 19:32
Jakarta: Pengembangan usaha ultra mikro di berbagai daerah membutuhkan skema pemberdayaan khusus. Langkah ini mengombinasikan permodalan serta pendampingan berkelanjutan.
“Untuk membuat usaha ultra mikro berkembang bukan hanya butuh modal uang tetapi juga dibukakan jalan untuk bisa naik kelas. Dibutuhkan dukungan yang lebih besar agar literasi dan kualitas usaha meningkat dibandingkan dengan skala usaha lainnya,” jelas Direktur Utama PT Permodalan Nasional Madani (PNM) Kindaris melalui keterangan tertulis, Selasa, 8 September 2026.
Prinsip tersebut tercermin pada perjalanan Susanti, pelaku usaha gula aren dengan merek Gula Semut Bungbulang (Gasebu) asal Garut, Jawa Barat. Menekuni usaha sejak 2015, ia sempat terkendala keterbatasan modal, minimnya akses promosi, hingga sistem pencatatan usaha yang masih sederhana sehingga peluang ekspor sempat tertunda.
Titik balik usaha terjadi saat Susanti menjadi nasabah PNM Mekaar dengan pinjaman awal Rp4 juta. Modal tersebut digunakan untuk menyerap hasil produksi petani aren lokal. Tak sekadar memberikan pembiayaan, PNM turut memberikan pendampingan pembuatan kemasan, strategi pemasaran digital, hingga dorongan memanfaatkan platform live shopping.
Dampak pemberdayaan ini terbukti efektif membuka akses pasar yang lebih luas. Usaha Gasebu menarik minat eksportir asal Cianjur, Mahkota Bumi, yang mendatangi langsung rumah produksi Susanti dan meminta sampel produk untuk penjajakan ekspor sebanyak 30 ton.

Usaha Gula Semut Bungbulang (Gasebu) asal Garut, Jawa Barat. Foto: Dok. Istimewa.
Selain itu, kolaborasi dengan petugas lapangan PNM berhasil menghimpun dan melatih puluhan warga setempat untuk memproduksi gula semut mandiri dari rumah. Saat ini, sebanyak 130 orang yang terdiri dari 113 petani aren dan 17 pekerja rumah produksi menggantungkan penghasilan mereka pada ekosistem usaha Gasebu.
Susanti berharap program literasi, pendampingan branding, dan pengembangan kapasitas usaha yang ia dapatkan dari PNM dapat terus berlanjut secara konsisten.
"Mudah-mudahan nanti ada program-program lain yang bisa lebih mengembangkan usaha kita dan bisa berdampak lebih luas lagi untuk masyarakat banyak melalui PNM," tutur Susanti.