Infrastruktur Regasifikasi Tarakan yang menjadi salah satu proyek PLN NPC memiliki fungsi strategis dalam mendukung kebutuhan energi di Kalimantan Utara. Dokumentasi/ PLN NPC.
Regasifikasi Tarakan dan Upaya Mendorong Energi Lebih Bersih
Deny Irwanto • 9 September 2026 08:14
Jakarta: Infrastruktur regasifikasi di Tarakan, Kalimantan Utara, menjadi salah satu bagian dalam upaya memperkuat pasokan energi untuk sistem ketenagalistrikan di wilayah tersebut. Proyek yang dikerjakan PT PLN Nusantara Power Construction (PLN NPC) itu telah menyelesaikan commissioning gas-in pada 14 September 2025.
Fasilitas tersebut berfungsi mengubah Liquefied Natural Gas (LNG) kembali menjadi gas alam. Gas yang dihasilkan selanjutnya dapat dimanfaatkan sebagai bahan bakar Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas (PLTMG) Gunung Belah.
"Regasifikasi Tarakan tidak hanya menjawab kebutuhan keandalan pasokan energi, tetapi juga menjadi bagian dari langkah transisi menuju penggunaan energi yang lebih bersih. Langkah ini sejalan dengan komitmen pemerintah dan PLN Group dalam mendukung target Net Zero Emission 2060," kata Hendra dalam keterangan pers, Selasa, 8 September 2026.
Proyek Regasifikasi Tarakan memiliki kemampuan menyalurkan gas sebesar 5 MMSCFD atau setara dengan 25 MW per hari. Pasokan tersebut diharapkan dapat mendukung kebutuhan energi untuk pembangkit sekaligus memberikan alternatif bahan bakar dengan biaya operasional yang lebih efisien.
.jpeg)
Infrastruktur Regasifikasi Tarakan yang menjadi salah satu proyek PLN NPC memiliki fungsi strategis dalam mendukung kebutuhan energi di Kalimantan Utara. Dokumentasi/ PLN NPC.
Pemanfaatan gas alam juga menjadi bagian dari upaya mengurangi penggunaan BBM pada pembangkit. Selain pertimbangan biaya, penggunaan gas sebagai bahan bakar pembangkit diarahkan untuk mendukung sistem energi dengan emisi yang lebih rendah.
Dalam proyek tersebut, PLN NPC mengerjakan ruang lingkup Engineering, Procurement, and Construction (EPC). Pembangunan infrastruktur regasifikasi dilakukan untuk mendukung kebutuhan pasokan gas bagi sistem kelistrikan di Tarakan.
Menurut Hendra, pengembangan infrastruktur energi perlu mempertimbangkan manfaat jangka panjang, termasuk aspek keandalan sistem dan lingkungan.
"Kami melihat setiap pembangunan infrastruktur energi harus memberikan nilai tambah, bukan hanya dari sisi keandalan dan efisiensi, tetapi juga dari aspek lingkungan. Inilah yang terus kami dorong dalam setiap proyek PLN NPC," jelasnya.
Regasifikasi merupakan proses mengembalikan LNG yang berada dalam bentuk cair menjadi gas alam agar dapat digunakan untuk kebutuhan energi. Dalam konteks Tarakan, keberadaan fasilitas tersebut mendukung pemanfaatan gas sebagai bahan bakar PLTMG Gunung Belah.
Hendra menambahkan keberhasilan proyek tersebut menjadi bagian dari pengembangan infrastruktur ketenagalistrikan yang menyesuaikan kebutuhan sistem sekaligus memperhatikan agenda keberlanjutan.
"Kami ingin memastikan setiap karya PLN NPC memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat, lingkungan, dan perekonomian daerah," ujar Hendra.