Ilustrasi. Foto: Dok istimewa
Peruri Perkuat Tata Kelola dan Manajemen Risiko
Eko Nordiansyah • 10 September 2026 19:09
Jakarta: Peruri menerapkan aspek Governance, Risk Management dan Compliance (GRC) untuk memastikan kepatuhan terhadap regulasi. Upaya ini juga menjadi bagian penting dalam pengambilan keputusan, pengelolaan risiko, penguatan ketahanan bisnis, serta keberlanjutan transformasi perusahaan.
Direktur Teknologi, Informasi dan Manajemen Risiko Peruri Farah Fitria Rahmayanti menyampaikan, penerapan GRC semakin terintegrasi dengan strategi dan proses bisnis perusahaan. GRC bukan sekadar instrumen kepatuhan, tetapi bagian dari fondasi pengambilan keputusan dan strategi perusahaan.
"Di tengah perkembangan teknologi dan dinamika risiko yang semakin kompleks, tata kelola yang kuat harus mampu berjalan secara adaptif, terintegrasi, dan berbasis risiko agar transformasi perusahaan tetap tumbuh secara sehat dan berkelanjutan," ujar Farah dalam keterangan tertulis, Kamis, 10 September 2026.
Sebagai instansi yang ditugaskan menjadi GovTech Indonesia, Peruri dihadapkan pada tuntutan untuk bekerja secara agile, fleksibel, dan dinamis guna mempercepat transformasi layanan digital nasional. Dalam ekosistem yang serba cepat ini, GRC memegang peranan esensial sebagai pagar pengaman.

(Peruri meraih Bintang 5 dan The Most Committed GRC Leader 2026. Foto: Dok Peruri)
Inovasi yang sejalan dengan standar keamanan
Farah mengungkapkan, Peruri memastikan bahwa kelincahan inovasi tetap sejalan dengan standar keamanan informasi dan regulasi melalui penerapan Security and Privacy by Design pada setiap pengembangan layanan, serta integrasi manajemen risiko berbasis sistem."Hal ini memungkinkan Peruri untuk beradaptasi dengan cepat tanpa mengorbankan akuntabilitas," ungkap dia.
Untuk itu, Peruri meraih Bintang 5 dan The Most Committed GRC Leader 2026 kepada Direktur Teknologi, Informasi dan Manajemen Risiko Peruri dalam ajang TOP GRC Awards 2026. Keberhasilan dan konsistensi mempertahankan predikat ini membuat Peruri juga mendapatkan Golden Trophy.
Konsistensi penerapan GRC di Peruri tidak bersifat sesaat, melainkan telah menjadi bagian dari sistem pengelolaan perusahaan yang terus dijaga dan disempurnakan. Penguatan GRC menjadi semakin strategis seiring transformasi Peruri sebagai perusahaan teknologi high-security.
"Perkembangan portofolio bisnis, pemanfaatan teknologi, serta dinamika risiko yang semakin kompleks membutuhkan tata kelola yang terintegrasi agar setiap strategi dan keputusan perusahaan tetap mempertimbangkan aspek risiko, kepatuhan, akuntabilitas, dan keberlanjutan," katanya.