Serangan drone yang dilancarkan oleh Houthi ke wilayah pasukan pemerintah Yaman. Foto: Anadolu
Serangan Rudal dan Drone Houthi Tewaskan 17 Tentara Yaman
Fajar Nugraha • 7 August 2026 09:25
Sanaa: Serangan rudal balistik dan drone Houthi menghantam pasukan pemerintah Yaman, menewaskan sedikitnya 17 tentara dan perwira serta melukai sejumlah lainnya.
Komando Operasi Gabungan Angkatan Bersenjata Yaman mengatakan serangan itu menyasar pasukan yang tengah menjalankan operasi melawan terorisme, kejahatan terorganisasi, serta jaringan penyelundupan senjata dan narkotika kepada Houthi.
Mengutip Anadolu, Jumat, 7 Agustus 2026, Pemerintah Yaman juga memerintahkan langkah-langkah untuk mencegah serangan serupa serta menyiapkan "respons yang memberikan efek jera", tanpa menjelaskan rincian lebih lanjut.
Sehari sebelumnya, Pasukan Darurat pemerintah melaporkan adanya korban jiwa dan kerugian material akibat serangan Houthi terhadap sejumlah kamp dan satuan militer, namun belum merinci jumlah korban.
Media lokal melaporkan serangan tersebut terjadi di wilayah Marib dan Hadramaut yang dikuasai pemerintah.
Houthi kemudian mengklaim bertanggung jawab atas serangan tersebut. Juru bicara militer Houthi, Yahya Saree, mengatakan kelompoknya melancarkan "operasi berskala besar" terhadap pasukan pemerintah yang didukung Arab Saudi di Al-Ruwaik, Al-Abr, Al-Thaniyah, dan sejumlah kamp militer lainnya.
Menurut Saree, operasi itu melibatkan sejumlah besar rudal balistik dan pesawat nirawak.
Serangan tersebut terjadi di tengah kembali meningkatnya bentrokan di sejumlah garis depan di Yaman sejak awal Juli, setelah negara itu mengalami penurunan intensitas pertempuran sejak gencatan senjata pada April 2022.
Konflik di Yaman telah berlangsung lebih dari 11 tahun antara pasukan pemerintah yang didukung koalisi pimpinan Arab Saudi dan kelompok Houthi yang didukung Iran. Houthi menguasai ibu kota Sanaa dan sejumlah wilayah lain sejak September 2014.