Erupsi Gunung Ili Lewotolok pada Minggu (20/9) malam. Foto: Magma Indonesia.
Gunung Ili Lewotolok Kembali Erupsi, Kolom Abu Capai 700 Meter
Palce Amalo • 21 September 2026 19:13
Lembang: Aktivitas Gunung Ili Lewotolok di Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur (NTT), masih menunjukkan intensitas tinggi. Pada Minggu, 20 September 2026, tercatat 277 kali erupsi di gunung tersebut.
Aktivitas kembali terjadi pada Senin, 21 September 2026. Gunung Ili Lewotolok tercatat dua kali erupsi dengan semburan kolom abu mencapai sekitar 700 meter di atas puncak.
Petugas Pos Pengamatan Gunung Ili Lewotolok, Nanda Pramtriwans Joshua Game, mengatakan erupsi terjadi pada pukul 10.53 Wita dan 15.31 Wita.
Pada erupsi pertama, kolom abu berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal teramati bergerak ke arah barat. Sementara erupsi kedua menghasilkan kolom abu berwarna kelabu dengan intensitas tebal yang condong ke arah Barat dan Barat Laut.
Erupsi pada Senin terekam pada seismogram dengan amplitudo maksimum 40 milimeter dan berlangsung sekitar 1 menit 24 detik. Aktivitas tersebut juga disertai suara gemuruh dengan intensitas lemah.
Sehari sebelumnya, tinggi letusan Gunung Ili Lewotolok berkisar 200 hingga 600 meter. Warna asap yang keluar teramati putih hingga kelabu.
Selain 277 kali erupsi, aktivitas kegempaan pada Minggu tercatat berupa dua kali guguran, 112 kali hembusan, dua kali tremor nonharmonik, tiga kali tremor harmonik, dan satu kali gempa tektonik jauh.
Erupsi juga disertai lontaran material pijar serta suara gemuruh dan dentuman dengan intensitas lemah hingga sedang. Aliran lava teramati bergerak menuju sektor tenggara hingga sekitar 400 meter dari bibir kawah.
Secara visual, Gunung Ili Lewotolok sempat teramati jelas sebelum tertutup kabut tipis. Asap kawah bertekanan lemah terlihat berwarna putih dengan intensitas tipis hingga sedang dan mencapai ketinggian sekitar 20 hingga 100 meter di atas puncak kawah.
Kondisi cuaca di sekitar gunung terpantau cerah. Angin bertiup lemah hingga sedang menuju Barat dan Barat Laut, dengan suhu udara berkisar 24 hingga 32 derajat Celsius.

Rumah warga dan tanaman pertanian warga terpapar abu vulkanik Gunung Ili Lewotolok di wilayah Kecamatan Ile Ape. (Dokumentasi/ Kepala BPBD Lembata)
BPBD Data Dampak Erupsi
Di tengah aktivitas vulkanik yang masih tinggi, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lembata mulai mendata dampak erupsi terhadap komoditas pertanian dan peternakan di sejumlah desa.
Kepala BPBD Lembata, Adris Koban, mengatakan pendataan dilakukan untuk mengetahui dampak dan kerusakan yang muncul akibat aktivitas Gunung Ili Lewotolok. Salah satu wilayah yang menjadi sasaran pendataan ialah Desa Tanjung Batu, Kecamatan Ile Ape.
“Ini kami lagi pendataan dampak erupsi untuk komoditi tani ternak, Desa Tanjung Batu,” kata Adris kepada Media Indonesia, Senin, 21 September 2026.
Pendataan juga dilanjutkan ke sejumlah desa lainnya, yakni Amakaka, Waowala, Napasabok, Lamawara, dan Bunga Muda.
BPBD Lembata mengerahkan 20 personel untuk melakukan pendataan. Petugas dibagi menjadi empat tim yang akan menyisir wilayah hingga tingkat dusun.
Masyarakat yang berada di sekitar Gunung Ili Lewotolok diminta mengikuti ketentuan keselamatan selama aktivitas gunung masih berlangsung. Imbauan tersebut juga berlaku bagi pengunjung, pendaki, dan wisatawan.
Mereka diminta tidak memasuki ataupun melakukan aktivitas dalam radius dua kilometer dari pusat aktivitas Gunung Ili Lewotolok.
Khusus wilayah sektor selatan dan tenggara, masyarakat diminta tidak melakukan aktivitas dalam radius tiga kilometer dari pusat aktivitas gunung.
Masyarakat juga diimbau mewaspadai kemungkinan terjadinya guguran atau longsoran lava serta awan panas di sektor Selatan dan Tenggara, sektor Barat, serta sektor Timur Laut.
Untuk mengantisipasi dampak abu vulkanik, warga di sekitar Gunung Ili Lewotolok diimbau menggunakan masker yang melindungi mulut dan hidung. Perlengkapan pelindung mata dan kulit juga disarankan untuk mengurangi risiko gangguan kesehatan akibat paparan abu vulkanik. Warga juga diminta menutup tempat penampungan air bersih agar tidak terkontaminasi abu vulkanik.