Kebakaran Gunung Kawi Hanguskan 48 Meter Pipa Air Minum Warga Wonosari

Kebakaran Gunung Kawi yang mengakibatkan puluhan meter instalasi pipa air minum mengalami kerusakan fisik/BPBD Kab. Malang

Kebakaran Gunung Kawi Hanguskan 48 Meter Pipa Air Minum Warga Wonosari

Daviq Umar Al Faruq • 24 September 2026 14:32

Malang: Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Gunung Kawi, Kabupaten Malang, Jawa Timur, tidak hanya melahap vegetasi hutan, tetapi juga merusak fasilitas publik. Kobaran api yang membakar kawasan Jalur Gunung Gentong mengakibatkan puluhan meter instalasi pipa air minum milik warga rusak.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang Sadono Irawan membenarkan adanya temuan tersebut. Kerusakan jaringan pipa air itu terpantau oleh petugas gabungan saat melakukan penyisiran dan observasi di lapangan.

"Berdasarkan informasi dari tim Jabal Kucur dan tim Merkusi Precet bahwa terdapat kurang lebih 48 meter saluran pipanisasi, ukuran 3 inci, air minum warga yang terbakar di jalur Gunung Gentong yang mengakibatkan terputusnya aliran air minum warga meliputi Dusun Sumbersari, Desa Wonosari, Kecamatan Wonosari," ujar Sadono, Rabu, 23 September 2026.

Rincian Dampak dan Penanganan Karhutla

Terputusnya saluran utama tersebut mengganggu distribusi air minum milik masyarakat di wilayah Dusun Sumbersari, Desa Wonosari. Hingga saat ini tim di lapangan masih terus melakukan observasi lanjutan untuk mendata skala dampak secara pasti. Petugas BPBD bersama personel gabungan juga direkomendasikan untuk memperluas penyisiran ke area lain. Pemetaan ini ditujukan untuk menginventarisasi seluruh jaringan pipanisasi air warga yang berpotensi ikut terdampak kebakaran.

"Dilakukan pendataan pipanisasi air minum masyarakat yang terdampak akibat kebakaran yang belum terdata," ujar Sadono.

Kebakaran di Gunung Kawi. /BPBD Kab. Malang

Selain merusak jaringan pipa, kebakaran di kawasan lereng gunung tersebut juga menghanguskan ribuan hektare lahan. Pemantauan pengumpulan koordinat mencatat total luasan area yang terbakar kini telah mencapai sekitar 1.538 hektar.

Penanganan api terus dilakukan secara berkelanjutan melalui koordinasi tim darat dan bantuan pemadaman udara (water bombing). Pembasahan udara difokuskan pada titik-titik rawan seperti Blok Batu Tulis dan jalur Princi Tlekung guna mencegah perluasan area terbakar.

(Lukman Diah Sari)