Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan RI Djamari Chaniago. Foto: Metrotvnews.com
Indonesia Lihat Peluang Luas Memperkuat Kerja Sama Konstruktif dengan Tiongkok
Harianty • 23 September 2026 12:24
Jakarta: Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan RI Djamari Chaniago mengatakan, kepercayaan strategis menjadi landasan penting dalam memperkuat kerja sama politik dan keamanan antara Indonesia dan Tiongkok.
Hal tersebut disampaikan Djamari dalam sambutannya pada perayaan Hari Nasional ke-77 Republik Rakyat Tiongkok di Jakarta, Selasa 22 September 2026 malam.
Menurut Djamari, kepercayaan antarnegara tidak cukup dibangun melalui pernyataan politik, tetapi membutuhkan konsistensi, transparansi, komunikasi, dan kerja sama konkret.
"Kepercayaan tidak dibangun melalui pernyataan politik saja. Kepercayaan dibangun melalui konsistensi, transparansi, komunikasi, dan kerja sama konkret," ujar Djamari.
Ia mengatakan Indonesia akan terus mendorong penguatan kerja sama dengan Tiongkok dalam penegakan hukum, pertukaran informasi, peningkatan kapasitas, pencegahan dan pemberantasan kejahatan transnasional, keamanan siber, penanggulangan terorisme, serta berbagai tantangan keamanan nontradisional lainnya.
Di sektor maritim, Djamari mengatakan Indonesia melihat peluang yang luas untuk memperkuat kerja sama konstruktif dengan Tiongkok.
Sebagai negara kepulauan terbesar di dunia, Indonesia, kata dia, memiliki kepentingan untuk memastikan wilayah laut tetap aman, damai, stabil, serta terbuka bagi kerja sama dan pembangunan berkelanjutan.
"Kerja sama maritim harus terus difokuskan pada penguatan keselamatan dan keamanan maritim, konektivitas, perlindungan lingkungan laut, serta pengembangan ekonomi biru," kata Djamari.
Djamari menekankan seluruh kerja sama tersebut harus berlandaskan penghormatan terhadap kedaulatan, keutuhan wilayah, kesetaraan, manfaat bersama, serta prinsip tidak mencampuri urusan dalam negeri masing-masing negara.
"Bagi Indonesia, prinsip-prinsip tersebut bukan sekadar norma diplomatik. Prinsip tersebut merupakan landasan bagi hubungan yang sehat, seimbang, dan berkelanjutan," ujar Djamari.
Dalam konteks kawasan, Djamari mengatakan Indonesia memandang hubungan bilateral dengan Tiongkok sebagai bagian dari upaya menjaga perdamaian dan stabilitas Indo-Pasifik.
Indonesia, lanjut dia, akan terus memperkuat sentralitas ASEAN dan mendorong terbentuknya arsitektur kawasan yang terbuka, inklusif, transparan, serta berorientasi pada kerja sama.
"Kami meyakini bahwa stabilitas kawasan tidak dapat dibangun melalui eksklusivitas. Stabilitas dibangun melalui dialog, saling percaya, penghormatan terhadap hukum internasional, serta kemampuan untuk mengelola perbedaan secara damai," katanya.
Djamari berharap kemitraan Indonesia-Tiongkok dapat terus memberikan kontribusi konstruktif bagi terciptanya kawasan yang damai, stabil, inklusif, dan sejahtera.
Ia juga menilai perjalanan hubungan Indonesia-Tiongkok yang telah melalui berbagai fase memberikan pelajaran bahwa hubungan antarnegara yang kuat membutuhkan proses panjang.
"Hubungan yang kuat antarnegara tidak dibangun dalam semalam. Hubungan tersebut dibangun dari waktu ke waktu, melalui dialog, melalui kepercayaan, serta melalui kemauan untuk terus mencari titik temu di tengah perbedaan," ujar Djamari.
Pada kesempatan tersebut, Djamari juga menyampaikan ucapan selamat kepada Pemerintah dan rakyat Tiongkok atas peringatan berdirinya Republik Rakyat Tiongkok.
Ia berharap persahabatan Indonesia dan Tiongkok semakin erat serta Kemitraan Strategis Komprehensif kedua negara terus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat kedua negara.
"Semoga persahabatan antara Indonesia dan Tiongkok terus berkembang semakin erat dan Kemitraan Strategis Komprehensif Indonesia-Tiongkok terus memberikan manfaat nyata bagi kedua negara, memperkuat perdamaian dan stabilitas kawasan, serta berkontribusi terhadap dunia yang lebih damai, aman, dan sejahtera," kata Djamari.