Kim Jong-un Pamer Senjata Jenis Baru usai Korut Luncurkan Rudal ke Laut Jepang

Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un mengawasi peluncuran rudal balistik. (KCNA / Anadolu)

Kim Jong-un Pamer Senjata Jenis Baru usai Korut Luncurkan Rudal ke Laut Jepang

Muhammad Reyhansyah • 22 September 2026 11:13

Pyongyang: Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un mengawasi pengujian sistem “senjata jenis baru” yang disebut menunjukkan kemajuan teknologi militer negaranya.

Pengumuman tersebut disampaikan dua hari setelah Korea Selatan dan Jepang melaporkan Korut meluncurkan dua rudal balistik jarak pendek ke perairan lepas pantai timur negara tersebut. 

Kedua negara mengecam peluncuran itu sebagai ancaman terhadap perdamaian dan keamanan kawasan.

Menurut laporan Korean Central News Agency (KCNA), Selasa, 22 September 2026, badan rudal Korea Utara disebut “berhasil menguji jenis senjata baru” pada Minggu di hadapan Kim Jong Un.

Pyongyang tidak menjelaskan secara rinci sistem senjata yang diuji. Namun, Kim memuji pengujian tersebut sebagai “demonstrasi mencolok dari teknologi pertahanan ultramodern."

“Kemajuan teknologi militer tersebut akan memberikan ‘sakit kepala yang tak tersembuhkan dan pukulan yang sangat kejam serta tak terhindarkan’ bagi pihak musuh,” kata Kim, dikutip dari Channel News Asia.

Uji coba pada Minggu itu berlangsung delapan hari setelah Korut meluncurkan sejumlah rudal balistik jarak pendek ke arah Laut Timur, yang juga dikenal sebagai Laut Jepang.

Peluncuran tersebut kemudian disebut Pyongyang sebagai bagian dari latihan daya tembak gabungan yang melibatkan artileri jarak jauh dan rudal. Media pemerintah melaporkan senjata dalam latihan itu “mengenai sasaran dengan akurasi 100 persen."

Dalam laporan KCNA, Kim mengaitkan pengujian senjata baru tersebut dengan kesiapan militer Korut.

“Memperoleh teknologi semacam itu memiliki arti penting dalam kesiapan perang negara dan pengembangan angkatan bersenjata di masa depan,” kata Kim.

Korea Utara Pertahankan Status Nuklir

Korea Selatan mengecam peluncuran rudal Korut dan menyebutnya sebagai pelanggaran terhadap resolusi Dewan Keamanan PBB. Seoul juga mendesak Pyongyang menghentikan aktivitas rudal balistiknya.

Jepang turut menyampaikan “protes keras” kepada Korea Utara dan menyebut peluncuran tersebut sebagai ancaman terhadap perdamaian dan keamanan kawasan.

Pekan lalu, Pyongyang menolak resolusi yang diadopsi Badan Energi Atom Internasional (IAEA) yang menyerukan Korut menghentikan aktivitas nuklirnya. Korea Utara menegaskan statusnya sebagai negara bersenjata nuklir telah ditetapkan secara “permanen dan tidak dapat diubah” melalui hukum negara tersebut.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Korut mengatakan resolusi IAEA tersebut “tidak berpengaruh terhadap posisi DPRK sebagai negara bersenjata nuklir."

Kim Yo-jong, adik Kim Jong-un yang berpengaruh dalam pemerintahan Korea Utara, baru-baru ini mengatakan status negaranya sebagai negara bersenjata nuklir bersifat “absolut."

Ia juga menyebut orang-orang yang masih berharap Korea Utara melakukan denuklirisasi sebagai “orang bodoh."

Baca juga: Korea Utara Luncurkan Rudal Balistik ke Laut Timur, Jatuh di Luar ZEE Jepang

(Willy Haryono)