Wall Street Bervariasi: Dow Jones Naik Tipis, Nasdaq Merosot Tajam

Ilustrasi Wall Street. Foto: Xinhua/Michael Nagle

Wall Street Bervariasi: Dow Jones Naik Tipis, Nasdaq Merosot Tajam

Husen Miftahudin • 27 February 2026 08:52

New York: Saham Amerika Serikat (AS) di Wall Street berakhir beragam pada perdagangan Kamis waktu setempat (Jumat WIB), mengakhiri reli dua hari karena saham raksasa chip kecerdasan buatan (AI) Nvidia jatuh meskipun melaporkan hasil kuartalan yang kuat.

Mengutip Xinhua, Jumat, 27 Februari 2026, indeks Dow Jones Industrial Average naik 0,03 persen menjadi 49.499,2. Indeks S&P 500 turun 0,54 persen menjadi 6.908,86. Indeks Nasdaq Composite turun 1,18 persen menjadi 22.878,38.

Sebanyak tujuh dari 11 sektor utama S&P 500 berakhir merah, dengan sektor teknologi dan jasa komunikasi memimpin penurunan dengan masing-masing turun 1,81 persen dan 0,75 persen. Sementara itu, sektor keuangan dan industri memimpin kenaikan dengan masing-masing naik 1,29 persen dan 0,63 persen.

Saham Nvidia turun sekitar 5,5 persen setelah produsen chip tersebut melaporkan pertumbuhan laba yang luar biasa pada kuartal tersebut, dengan CEO-nya, Jensen Huang, mencatat pelanggan berlomba-lomba untuk berinvestasi dalam AI.
 

Baca juga: Saham AS Tebar Cuan Berlimpah, Nasdaq Paling 'Royal'


(Ilustrasi Wall Street. Foto: iStock)
 

Saham media dan hiburan ikut melejit


Sektor media dan hiburan juga mengalami pergerakan yang signifikan. Saham Paramount Skydance melonjak 10,04 persen setelah melaporkan hasil keuangan, sementara saham Warner Bros. Discovery tetap tidak banyak berubah.

Netflix, yang juga berupaya membeli aset-aset tertentu dari Warner Bros. Discovery, mengalami kenaikan 2,29 persen setelah laporan media menyebutkan bahwa salah satu CEO-nya dijadwalkan mengunjungi Gedung Putih untuk membahas potensi akuisisi tersebut.

Di bidang ekonomi, Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan klaim awal untuk tunjangan pengangguran negara bagian meningkat menjadi 212 ribu untuk minggu yang berakhir pada 21 Februari, naik dari 208 ribu pada minggu sebelumnya tetapi sedikit di bawah 215 ribu klaim yang diantisipasi oleh para ekonom.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Husen Miftahudin)