Potret situasi saat kebakaran kapal di Pelabuhan Ketapang, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur. ANTARA/HO-Humas ASDP Indonesia Ferry
Kebakaran Kapal di Pelabuhan Ketapang Tak Ganggu Arus Mudik
Silvana Febiari • 12 March 2026 15:04
Jembrana: PT. ASDP Indonesia Ferry (Persero) menyatakan kebakaran salah satu kapal di Pelabuhan Ketapang, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur tidak mengganggu arus mudik dari Bali. Kebakaran tersebut juga tidak menimbulkan korban jiwa.
"Kami memastikan operasional penyeberangan di Pelabuhan Ketapang yang tersambung ke Pelabuhan Gilimanuk di Bali tetap berjalan normal," kata Corporate Secretary PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Windy Andale, dikutip dari Antara, Kamis, 12 Maret 2026.
Saat ini, kata dia, kapal bersangkutan sedang dilakukan proses pemeriksaan lanjutan untuk memastikan kesiapan kapal sebelum kembali beroperasi. Menurut dia, kebakaran ini terjadi pada area deck penumpang sisi kanan bagian belakang kapal saat proses pemuatan sedang berlangsung.
Baca Juga :
KMP Portlink VII Terbakar di Pelabuhan Ketapang
"Awak kapal yang mengetahui kejadian tersebut segera melakukan penanganan awal menggunakan alat pemadam api ringan (APAR). Penanganan kemudian diperkuat oleh tim tanggap darurat darat menggunakan hydrant air tawar hingga api berhasil dipadamkan pada pukul 20.35 WIB," ujarnya.
Saat kebakaran, seluruh penumpang dan muatan kendaraan logistik berhasil dievakuasi oleh petugas. Sebanyak 12 unit truk dialihkan ke KMP Jambo untuk melanjutkan perjalanan, sementara satu unit truk yang tertinggal telah mendapatkan penanganan layanan.

Tangkapan layar KMP Portlink VII terbakar di Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, jawa Timur, Rabu, 11 Maret 2026, malam. ANTARA/Novi Husdinariyanto
Selama proses penanganan kapal yang terbakar ini, kata dia, arus kendaraan tetap berjalan lancar. Tidak terdapat kendaraan yang menunggu lebih dari satu jam di area Pelabuhan Ketapang.
"Kami berkomitmen untuk terus menjaga standar keselamatan operasional di seluruh layanan penyeberangan,” tuturnya.
Pantauan di Pelabuhan Gilimanuk menunjukkan bahwa kendaraan pemudik mulai ramai, dengan arus kendaraan roda dua relatif lancar. Sementara itu, kendaraan jenis mobil pribadi dan truk terlihat padat merayap, mulai dari area parkir manuver hingga pintu masuk Pelabuhan Gilimanuk.
Informasi yang diperoleh menyebutkan, antrean cukup panjang terjadi pada dini hari, khususnya bagi mobil dan truk.