5 Negara Pemegang Terbesar Surat Utang AS, Asia dan Eropa Dominan

Ilustrasi mata uang dolar AS. (Freepik)

5 Negara Pemegang Terbesar Surat Utang AS, Asia dan Eropa Dominan

Willy Haryono • 31 January 2026 16:00

Jakarta: Surat utang pemerintah Amerika Serikat atau U.S. Treasury selama puluhan tahun dipandang sebagai instrumen keuangan paling aman di dunia. Stabilitas ekonomi, dominasi dolar AS, serta likuiditas pasar yang tinggi menjadikan obligasi ini pilihan utama banyak negara dalam mengelola cadangan devisa.

Mengacu pada data Departemen Keuangan Amerika Serikat, berikut lima negara pemegang surat utang AS terbesar di dunia.

1. Jepang – USD1,13 Triliun

Jepang secara konsisten menempati posisi teratas sebagai pemegang terbesar surat utang Amerika Serikat. Kepemilikan ini digunakan sebagai instrumen utama untuk menjaga stabilitas nilai tukar yen serta mendukung kebijakan moneter domestik. Investasi besar Jepang juga mencerminkan hubungan ekonomi yang erat dan saling bergantung dengan Washington.

2. Inggris – USD807,7 Miliar

Di peringkat kedua, Inggris memiliki kepemilikan U.S. Treasury yang signifikan. Peran London sebagai pusat keuangan global membuat Inggris menjadi lokasi penting bagi penyimpanan dan pengelolaan aset keuangan internasional, termasuk surat utang AS.

3. Tiongkok – USD757,2 Miliar

Tiongkok menjadi salah satu negara yang paling disorot dalam daftar pemegang surat utang AS. Setelah sempat menjadi pemegang terbesar pada awal 2010-an, Beijing secara bertahap menurunkan kepemilikannya sebagai bagian dari strategi diversifikasi cadangan devisa dan penyesuaian kebijakan ekonomi di tengah dinamika geopolitik dengan Washington.

4. Kepulauan Cayman – USD448,3 Miliar

Kepulauan Cayman menempati posisi berikutnya, terutama karena wilayah ini berfungsi sebagai pusat kustodian dan keuangan internasional. Kepemilikan surat utang AS di Cayman umumnya mewakili aset milik investor global yang disimpan melalui lembaga keuangan berbasis di wilayah tersebut.

5. Belgia – USD411 Miliar

Belgia juga tercatat sebagai pemegang besar surat utang AS. Peran Belgia kerap dikaitkan dengan aktivitas kustodian dan lembaga kliring internasional yang beroperasi di negara tersebut, sehingga kepemilikannya mencerminkan arus dana global, bukan semata kebijakan pemerintah nasional.

Bagi negara pemegang, U.S. Treasury berfungsi sebagai instrumen lindung nilai, alat stabilisasi ekonomi, serta penopang kepercayaan pasar. Sementara bagi Amerika Serikat, tingginya minat global terhadap obligasi pemerintah membantu menjaga biaya pembiayaan utang tetap terkendali dan memperkuat posisi dolar sebagai mata uang cadangan dunia.

Perubahan komposisi pemegang surat utang AS terus dipantau pelaku pasar karena dapat memengaruhi suku bunga, arus modal, dan stabilitas keuangan internasional. Namun hingga kini, surat utang pemerintah Amerika Serikat tetap menjadi jangkar kepercayaan di tengah ketidakpastian ekonomi global. (Keysa Qanita)

Baca juga:  Mengenal Surat Utang Negara: Investasi Aman yang Dijamin Pemerintah

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Willy Haryono)