MBG Tak Picu Harga Ayam Naik, Tapi Malah Bikin Produksi Jadi Lebih Terukur

Ilustrasi daging ayam yang dijual di pasar. Foto: dok MI/Panca Syurkani.

MBG Tak Picu Harga Ayam Naik, Tapi Malah Bikin Produksi Jadi Lebih Terukur

Husen Miftahudin • 18 February 2026 13:11

Jakarta: Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso menegaskan program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak memicu kenaikan harga daging ayam ras di pasar.

Budi menyampaikan, program tersebut membuat produksi menjadi lebih terukur lantaran adanya kepastian permintaan, sehingga harganya cenderung stabil.

Menurut dia, fluktuasi harga ayam sebelumnya lebih banyak dipengaruhi oleh naik-turunnya permintaan pasar. Ketika permintaan tidak menentu, produksi ikut menyesuaikan sehingga harga mudah bergejolak.

"Kalau dulu harga naik-turun karena permintaannya naik-turun. Permintaan naik turun, harga menjadi naik-turun. Justru sekarang ketika permintaan itu grafiknya begini (naik), ada kepastian. Justru produksi itu ngikutin ya, linear gitu, ngikutin permintaan sehingga harga malah cenderung stabil," kata Budi ditemui di kantor Kementerian Perdagangan (Kemendag), dikutip dari Antara, Rabu, 18 Februari 2026.

Ia meminta publik melihat kondisi harga secara menyeluruh. Menurut Budi, tidak ada lonjakan harga ayam yang terjadi secara tiba-tiba akibat pelaksanaan MBG. "Apakah terus tiba-tiba harga melonjak karena MBG? Kan enggak ada, semua harga kan bagus juga," ungkap dia.
 

Baca juga: Mendag: Harga Ayam Rata-rata Nasional Stabil Jelang Ramadan


(Ilustrasi program makan bergizi gratis. Foto: MGN/Husni Nursyaf)
 

Kepastian permintaan MBG justru bantu tingkatkan produksi


Mendag mengatakan telah berdiskusi dengan pelaku usaha, termasuk UMKM dan produsen ayam. Dari hasil pertemuan tersebut, pelaku usaha menyampaikan kepastian permintaan dari program MBG justru membantu mereka meningkatkan produksi secara konsisten.

Lebih lanjut, ia menyampaikan, pemerintah memastikan pemantauan harga dan pasokan tetap dilakukan untuk menjaga stabilitas, terutama menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Ramadan dan Idulfitri.

"Ini justru bagus, karena kami produksinya terus meningkat, dan pasti karena permintaan menjadi pasti. Kalau dulu, permintaan naik-turun kan tergantung pasar," imbuh budi.

Berdasarkan data Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP) per 13 Februari 2026, harga daging ayam ras tercatat sebesar Rp40.259 per kilogram. Telur ayam ras Rp30.570 per kilogram, besar medium Rp13.640 per kilogram, Minyakita Rp16.020 per liter, serta cabai rawit Rp73.609 per kilogram.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Husen Miftahudin)