Sampah Antariksa Melintasi Langit Lampung, Masyarakat Diminta Tenang

Pecahan sampah antariksa di Lampung, Sabtu malam, 4 April 2026. Foto Instagram @Depok24jam

Sampah Antariksa Melintasi Langit Lampung, Masyarakat Diminta Tenang

Muhamad Marup • 5 April 2026 13:20

Jakarta: Sampah Antariksa melintasi langit di Lampung pada Sabtu Malam, 4 April 2026. Benda terang tersebut terlihat kasat mata bahkan kamera handphone dan berbentuk pecahan serta melintas dengan gerakan cepat.

Peneliti Ahli Utama Bidang Astronomi dan Astrofisika dari Organisasi Riset Penerbangan dan Antariksa Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Thomas Djamaluddin, meminta masyarakat tidak panik. Begitu juga jika kejadian sama terjadi pada masa mendatang.

"Fenomena ini merupakan bagian dari dinamika aktivitas antariksa global yang dapat diamati secara ilmiah, sekaligus menjadi momentum untuk meningkatkan literasi publik terkait sains dan keantariksaan," ujar Thomas, dalam keterangan resminya, Minggu, 5 April 2026.

Ia menerangkan, bahwa fenomena jatuhnya sampah antariksa sebenarnya bukan hal yang langka secara global. Meski demikian, kejadian yang melintas dan dapat disaksikan langsung di wilayah Indonesia tergolong jarang.

"Peristiwa serupa terakhir kali terjadi pada tahun 2022, ketika objek serupa terlihat di Lampung dan jatuh di wilayah Sanggau, Kalimantan Barat," jelasnya.

Ia menegaskan bahwa fenomena ini pada umumnya tidak membahayakan masyarakat. Sebagian besar sampah antariksa akan habis terbakar di atmosfer sebelum mencapai permukaan Bumi.

"Risiko hanya muncul jika ada bagian yang tidak terbakar sempurna dan jatuh di area pemukiman, namun hingga saat ini  belum pernah terjadi di mana pun di dunia," katanya.

Thomas juga menjelaskan bahwa penyebab utama sampah antariksa jatuh ke Bumi adalah adanya hambatan udara pada orbit rendah. Bekas roket atau satelit yang sudah tidak aktif akan mengalami perlambatan akibat interaksi dengan atmosfer.

"Sehingga ketinggiannya terus menurun hingga akhirnya masuk ke lapisan atmosfer padat dan terbakar," ucapnya.

Ia menerangkan, sampah antariksa berupa sisa roket Tiongkok CZ-3B yang memasuki atmosfer Bumi. Objek tersebut terlihat mencolok karena memasuki atmosfer dengan kecepatan tinggi dan mengalami gesekan dengan udara, sehingga terbakar dan tampak terang dari permukaan Bumi.

Fenomena ini juga membuat objek tampak terpecah menjadi beberapa bagian, sebagaimana disaksikan oleh masyarakat di wilayah tersebut.

"Objek terang yang terlihat di langit itu adalah pecahan sampah antariksa. Ketika memasuki atmosfer yang semakin padat, benda tersebut terbakar dan pecah, sehingga terlihat seperti serpihan cahaya," terangnya.


Pecahan sampah antariksa di Lampung, Sabtu malam, 4 April 2026. Foto Instagram @Depok24jam

Berdasarkan data dari Space-Track dan hasil analisis orbit, lanjut Thomas, sisa roket tersebut meluncur dari arah India menuju Samudra Hindia di sebelah barat Sumatra. Pada sekitar pukul 19.56 WIB, ketinggiannya turun hingga di bawah 120 kilometer, memasuki lapisan atmosfer yang lebih padat.

Pada ketinggian tersebut, hambatan udara meningkat drastis dan menyebabkan objek kehilangan kecepatan serta ketinggian dengan cepat. Proses ini memicu gesekan intens yang menghasilkan panas tinggi, sehingga benda tersebut terbakar dan terfragmentasi menjadi beberapa bagian sebelum akhirnya jatuh di permukaan bumi.

"Kemungkinan besar pecahannya jatuh tersebar di hutan atau di laut," tuturnya.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Muhamad Marup)