11 Desa di Aceh Utara Dilanda Banjir Rob dan Abrasi

Kondisi banjir rob di kawasan Lapang, Kabupaten Aceh Utara, Selasa, 19 Mei 2026. ANTARA/HO-screenshot video BPBA

11 Desa di Aceh Utara Dilanda Banjir Rob dan Abrasi

Silvana Febiari • 21 May 2026 18:19

Aceh Utara: Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA) melaporkan banjir rob dan abrasi pantai melanda 11 desa di Kabupaten Aceh Utara. Wilayah terdampak tersebar di lima kecamatan dan kondisi tersebut terus meluas sejak pekan lalu hingga hari ini.

"Akibat cuaca ekstrem, sehingga menyebabkan abrasi pantai dan banjir rob atau pasang purnama," kata Kepala Pelaksana BPBA, Bahron Bakti, dilansir dari Antara, Kamis, 21 Mei 2026. 
 


Adapun wilayah yang terdampak banjir rob dan abrasi pantai meliputi Kecamatan Lapang, yakni Gampong Kuala Cangkoi, Matang Baroh, dan Kuala Keureuto. Di Kecamatan Seunuddon terdapat Gampong Kuala Lhok Puuk, serta di Kecamatan Samudera meliputi Gampong Kuala Sawang dan Blang Nibong.

Lalu, di Kecamatan Dewantara, banjir rob dan abrasi pantai juga melanda Gampong Glumpang Sulu Timu dan Bluka Teubai. Sementara di Kecamatan Muara Batu terdapat tiga desa terdampak, yakni Gampong Bungkaih, Cot Seurani, dan Meunasah Drang.


Banjir melanda Kabupaten Aceh Utara, Aceh. Foto: Istimewa


Hingga update terkini, banjir rob masih menggenangi sebagian rumah warga di wilayah tersebut. Kondisi ini juga merendam badan jalan serta area persawahan masyarakat sekitar.

"Tidak ada korban jiwa dalam musibah ini. Daerah ini hampir setiap tahun diterjang gelombang tinggi, masyarakat harus tetap waspada," ujarnya.

Dalam bencana ini, sebanyak 179 kepala keluarga (KK) dari tiga desa di Kecamatan Lapang mengungsi ke rumah kerabat. Rinciannya, Gampong Kuala Cangkoi sebanyak 56 KK, Matang Baroh 103 KK, dan Kuala Keureuto sekitar 20 KK.

Hingga saat ini, banjir rob atau pasang surut air terus terjadi, dan air masih menggenangi sebagian rumah warga serta hunian sementara (Huntara). "BPBD Kabupaten Aceh Utara telah menyiagakan tim TRC di lapangan dan berkoordinasi dengan Muspika," demikian Bahron.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Silvana Febiari)