Kesehatan Hewan Kurban Pedagang Musiman di Penajam Paser Utara Diperiksa Ulang

Hewan ternak sapi ddijual perdagang musiman di Kabupaten Pejnajam Paser Utara, Provinsi Kalimantan Timur, untuk kebutuhan Iduladha ANTARA/Nyaman Bagus Purwaniawan

Kesehatan Hewan Kurban Pedagang Musiman di Penajam Paser Utara Diperiksa Ulang

Silvana Febiari • 25 May 2026 09:18

Penajam Paser Utara: Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara, Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) melakukan pemeriksaan ulang kesehatan hewan kurban yang dijual pedagang musiman menjelang Iduladha 1447 Hijriah atau Hari Raya Kurban 2026. Pemeriksaan ini melibatkan dokter hewan. 

"Pemeriksaan hewan kurban melibatkan dokter hewan," ujar Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Penajam Paser Utara Ristu Pramula, dilansir dari Antara, Senin, 25 Mei 2026. 

Ia mengatakan pemeriksaan dilakukan terhadap kondisi fisik, kesehatan, dan umur hewan untuk memastikan kelayakannya sebagai hewan kurban. Syarat usia sapi minimal dua tahun dan kambing minimal berusia satu tahun untuk bisa dijadikan hewan kurban, mengacu pada syariat Islam yang menganjurkan menyembelih hewan kurban berusia dewasa.
 


Pemeriksaan ulang kesehatan hewan kurban terus dilakukan, karena jumlah lokasi penjualan bisa terus bertambah hingga mendekati Hari Raya Kurban. Apabila ditemukan hewan yang sakit bakal dikembalikan ke daerah asal dan tidak boleh diperjualbelikan.

Hewan kurban yang masuk ke Kabupaten Penajam Paser Utara, katanya, biasanya didatangkan dari Nusa Tenggara Barat (NTB), Sulawesi, dan Jawa. Tim rutin mendatangi pedagang musiman hewan kurban dan melakukan pemeriksaan ulang kesehatan hewan kurban yang berasal dari luar daerah.


Ilustrasi Pexels


Pemeriksaan hewan kurban tersebut juga sebagai konfirmasi sertifikat kesehatan yang sudah dikeluarkan untuk hewan yang dijual dari daerah asal.

"Pemeriksaan ulang kesehatan hewan kurban guna memastikan hewan yang diperdagangkan untuk kurban pada Iduladha dalam keadaan sehat, sehingga daging hewan kurban aman dikonsumsi," ucapnya.

(Silvana Febiari)