Ilustrasi. Foto: Medcom.id
Inovasi Novo Nordisk Bantu Indonesia Selesaikan Masalah Diabetes
Husen Miftahudin • 25 May 2026 12:49
Jakarta: Perusahaan farmasi multinasional asal Denmark, Novo Nordisk, terus berkomitmen dalam mendukung Indonesia untuk menjawab tantangan diabetes, sebagai salah satu krisis kesehatan nasional.
Di Indonesia, lebih dari 20 juta orang dewasa hidup dengan diabetes. Namun, kesadaran dan kepatuhan pengobatan pasien diabetes masih menjadi tantangan.
Sebuah studi menemukan sebanyak 43,4 persen responden, yang merupakan pasien diabetes tipe 2, menyatakan hambatan kepatuhan mereka berasal dari perasaan terbebani karena harus menjalani pengobatan setiap hari. Sementara 28,4 persen responden lainnya mengaku kerap lupa menjalani pengobatan.
"Dengan demikian, insulin basal mingguan dapat menjadi alternatif yang relevan untuk menyederhanakan terapi dan mendukung kepatuhan pengobatan diabetes," ungkap Novo Nordisk dalam keterangan tertulis, Senin, 25 Mei 2026.
Di Indonesia, Novo Nordisk telah menghadirkan inovasi terapi insulin koformulasi, serta terapi GLP-1 untuk indikasi yang berbeda, yaitu untuk perawatan diabetes tipe 2 dan untuk penanganan obesitas.
"Novo Nordisk mengimbau masyarakat untuk berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan informasi lebih lanjut, termasuk sebelum mengubah dosis atau memulai pengobatan," tegas Novo Nordisk.
| Baca juga: Waspada 1 dari 3 Diabetesi Berisiko Mengalami Kebutaan, Ini Cara Mencegahnya |

(Ilustrasi. Foto: dok Metrotvnews.com)
Disetujui FDA
Novo Nordisk mengumumkan, Food and Drug Administration (FDA) Amerika Serikat (AS) telah menyetujui insulin basal kerja panjang (long-acting) mingguan milik Novo Nordisk. Insulin tersebut merupakan insulin basal dengan injeksi 700 units/mL yang telah mengantongi persetujuan FDA AS.
Insulin ini diindikasikan sebagai terapi pendamping diet dan olahraga untuk membantu meningkatkan kontrol glikemik (gula darah) pada orang dewasa dengan diabetes tipe 2.
Persetujuan FDA atas insulin basal mingguan ini menjadi opsi solusi perawatan baru bagi pasien diabetes yang sebelumnya hanya bergantung pada insulin basal harian.
Persetujuan FDA AS berlandaskan pada hasil dari ONWARDS phase 3a programme in type-2 diabetes for once-weekly injection, yaitu program uji klinis yang terdiri dari empat uji coba acak, active-controlled, treat-to-target pada sekitar 2.680 orang dewasa dengan diabetes tipe 2 yang tidak terkontrol, serta digunakan dalam kombinasi dengan insulin waktu makan atau dikombinasikan dengan agen anti-diabetes oral umum dan/atau agonis reseptor GLP-1.
Program uji klinis tersebut membandingkan insulin basal mingguan dengan insulin harian, dimana hasilnya sama-sama menunjukkan adanya pengurangan kadar HbA1c pada orang dewasa dengan diabetes tipe 2. Selain itu, profil keamanan insulin basal mingguan tersebut secara keseluruhan konsisten dengan insulin basal harian.
"Langkah Novo Nordisk dalam menyediakan insulin basal mingguan mencerminkan komitmen berkelanjutan kami dalam mengedepankan inovasi perawatan kesehatan dan memperkuat dukungan untuk orang dengan diabetes," kata Presiden dan CEO Novo Nordisk Mike Doustdar.
"Ketika beberapa pelaku industri farmasi mulai mundur dari kategori insulin, kami justru menegaskan komitmen kami dalam mendukung inovasi, akses, dan pasokan bagi jutaan pasien yang bergantung pada insulin setiap hari," jelas Doustdar menambahkan.