Presiden Prabowo Ungkap Alasan Selalu Berpihak kepada Petani dan Nelayan

Presiden Prabowo Subianto saat menghadiri PENAS Kontak Tani dan Nelayan Andalan XVII Tahun 2026 di Gorontalo. Foto: Youtube Setpres.

Presiden Prabowo Ungkap Alasan Selalu Berpihak kepada Petani dan Nelayan

Anggi Tondi Martaon • 24 June 2026 11:33

Jakarta: Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmennya selalu mendukung petani dan nelayan. Kepala Negara membeberkan alasan dirinya selalu mendukung petani dan nelayan.

"Karena saya mantan prajurit, saya mantan tentara, dan prajurit indonesia dari lahirnya tentara Indonesia selalu didukung oleh petani dan nelayan, selalu dibantu petani dan nelayan," kata Prabowo dikutip dari YouTube Setpres, Rabu, 24 Juni 2026.

Hal itu disampaikan Prabowo saat melakukan kunjungan kerja (kunker) ke Gorontalo guna menghadiri Puncak Pekan Nasional (PENAS) Kontak Tani dan Nelayan Andalan XVII Tahun 2026.

Presiden ke-8 Indonesia itu menceritakan kondisi pascaproklamasi, ketika Indonesia tidak memiliki anggaran dalam menjalankan pemerintahan. Namun, petani dan nelayan disebut membantu perjuangan bangsa.

"Tentara waktu itu ditopang, diberi makanan oleh petani indonesia, TNI termasuk oleh kepolisian didukung oleh petani dan nelayan," ungkap Prabowo.

RI 1 juga mengaku sering dibantu saat masih aktif di TNI. Saat menjalankan tugas di wilayah pedesaan, Prabowo mengaku sering diberikan makan oleh para petani.

Presiden Prabowo Subianto saat menghadiri Puncak Pekan Nasional (PENAS) Kontak Tani dan Nelayan Andalan XVII Tahun 2026 di Gorontalo. Foto: Youtube Setpres.

"Saya waktu muda di desa-desa, di gunung, saya merasa dibantu oleh para petani. Mereka (petani) hidupnya susah, tapi mereka tetap masak untuk prajurit TNI. Begitu besar cintanya terhadap negara dan bangsa Indonesia," ujar Prabowo.

Presiden Prabowo Subianto bertolak ke Provinsi Gorontalo. Kepala Negara menghadiri Puncak Pekan Nasional (PENAS) Kontak Tani dan Nelayan Andalan XVII Tahun 2026 yang berpusat di GOR David-Tony, Kecamatan Limboto. 

"Kegiatan tersebut menghadirkan berbagai agenda strategis mulai dari pertukaran inovasi dan teknologi pertanian, dialog bersama pemangku kebijakan hingga penguatan jejaring kemitraan usaha yang mendukung peningkatan produktivitas serta kemandirian pangan nasional," tulis Sekretariat Presiden dalam siaran resminya, dilansir Antara, Rabu, 24 Juni 2026.

(Anggi Tondi)