Tim Manggala Agni sedang memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Desa Sungai Rambutan, Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan. ANTARA/HO/Manggala Agni
Karhutla di Sumsel Capai 305,4 Hektare di 12 Wilayah hingga Mei 2026
Lukman Diah Sari • 22 June 2026 18:29
Palembang: Balai Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (karhutla) Wilayah Sumatra mencatat luas karhutla di Sumatra Selatan (Sumsel) mencapai 305,4 hektare, periode Januari hingga Mei 2026. Kepala Balai Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan Wilayah Sumatra Ferdian Kristanto mengatakan berdasarkan data hasil analisa citra satelit, luasan karhutla tersebut tersebar di 12 kabupaten dan kota di Sumatra Selatan.
"Total luas karhutla di Sumsel sepanjang Januari-Mei 2026 berdasarkan analisa citra satelit mencapai 305,4 hektare," kata Kristanto, melansir Antara, Senin, 22 Juni 2026.
Wilayah yang mengalami kebakaran terluas berada di Kabupaten Muara Enim, Ogan Komering Ulu (OKU), dan Musi Rawas Utara (Muratara). Ia menjelaskan Kabupaten Muara Enim mencatat luas karhutla mencapai 55,2 hektare, disusul OKU seluas 54,5 hektare dan Muratara 53,2 hektare.
Lalu, Kabupaten Banyuasin tercatat mengalami karhutla seluas 9,4 hektare, Kabupaten Lahat enam hektare, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) 5,9 hektare, Kota Prabumulih 4,8 hektare, dan Kabupaten OKU Timur 1,9 hektare.
Dari total luasan karhutla yang terjadi, hanya 1,1 hektare berada di lahan gambut yang seluruhnya tercatat di Kabupaten Muara Enim. Sementara itu, sebagian besar kebakaran terjadi di lahan mineral dengan luas mencapai 304,3 hektare.
"Hanya di Muara Enim yang terdata karhutla terjadi di lahan gambut seluas 1,1 hektare. Sedangkan sisanya 304,3 hektare terjadi di lahan mineral," jelasnya.

Peristiwa karhutla terjadi di Desa Air Paoh, Kecamatan Baturaja Timur, Kabupaten OKU, Sabtu, 13 Juni 2026. ANTARA/Edo Purmana
Berdasarkan data Sistem Informasi Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (Sipongi), terdapat lima daerah di Sumsel yang belum tercatat mengalami karhutla sepanjang Januari hingga Mei 2026, yakni Kota Lubuklinggau, Kabupaten Musi Rawas, Kota Palembang, Kabupaten Empat Lawang, dan Kota Pagar Alam.
Ferdian menambahkan data luas karhutla tahun 2026 masih bersifat sementara, dan dapat berubah sesuai hasil pembaruan pemantauan serta verifikasi di lapangan. Jika dibandingkan periode yang sama pada 2026, luasan karhutla tahun ini mengalami peningkatan.
Pada Januari-Mei 2025, luas karhutla di Sumsel tercatat 43,1 hektare, sedangkan pada periode yang sama tahun 2024 mencapai 184,1 hektare. Namun, angka tersebut masih lebih rendah dibandingkan tahun-tahun dengan kejadian karhutla yang tinggi. Pada 2023, luas karhutla di Sumsel mencapai 1.046,2 hektare, tahun 2022 seluas 1.977,7 hektare, dan tahun 2020 mencapai 626,7 hektare.
Pihaknya juga terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah, Manggala Agni, TNI, Polri, serta berbagai pemangku kepentingan untuk memperkuat upaya pencegahan dan pengendalian karhutla menjelang puncak musim kemarau 2026.