Sekelompok pemuda berunjuk rasa di Minneapolis dalam mengecam penembakan Renee Good oleh agen ICE. (Kerem Yucel/Minnesota Public Radio)
Protes Anti-ICE Meluas di Seantero AS usai Penembakan Minneapolis dan Portland
Willy Haryono • 11 January 2026 11:41
Minneapolis: Ribuan orang berunjuk rasa di Minneapolis dan sejumlah wilayah lain di Amerika Serikat (AS) sepanjang Sabtu dalam memprotes penembakan fatal terhadap seorang perempuan oleh agen imigrasi federal serta penembakan terhadap dua orang lainnya di Portland, Oregon.
Dikutip dari The Korea Herald, Minggu, 11 Januari 2026, aksi protes di Minneapolis menjadi salah satu dari ratusan demonstrasi yang digelar di berbagai kota dan daerah di Amerika Serikat sepanjang akhir pekan.
Kota Minneapolis berada dalam situasi tegang sejak tewasnya Renee Good, 37 tahun, yang ditembak oleh petugas Imigrasi dan Bea Cukai Amerika Serikat (ICE) pada Rabu lalu. Para pemimpin Minnesota mengimbau massa untuk tetap menjaga aksi secara damai.
Seorang peserta aksi, Meghan Moore, ibu dua anak asal Minneapolis, mengatakan banyak warga kini hidup dalam ketakutan. Ia menilai operasi ICE menciptakan suasana tidak aman di lingkungan masyarakat.
Pada Jumat malam, sebuah aksi protes di luar hotel di Minneapolis yang dihadiri sekitar 1.000 orang berubah ricuh. Massa melempar es, salju, dan batu ke arah petugas. Seorang polisi mengalami luka ringan, sementara 29 orang dikenai sanksi dan kemudian dibebaskan.
Seruan Damai dari Pejabat Negara Bagian
Wali Kota Minneapolis Jacob Frey menegaskan bahwa sebagian besar aksi berlangsung damai, namun siapa pun yang merusak fasilitas umum atau membahayakan orang lain akan ditangkap. Ia menyalahkan provokator yang berupaya memancing kerusuhan.Gubernur Minnesota Tim Walz turut menyerukan agar masyarakat tidak terpancing kekacauan. Ia menyebut pengerahan ribuan petugas federal bersenjata ke negara bagian tersebut berujung pada kematian seorang warga hanya dalam satu hari.
Walz menegaskan perlawanan terhadap kebijakan pemerintah federal akan dilakukan melalui cara-cara damai, jalur hukum, perdebatan publik, dan pemilu.
Departemen Keamanan Dalam Negeri AS menyatakan pengerahan aparat imigrasi di kawasan Minneapolis–St. Paul merupakan operasi penegakan imigrasi terbesar yang pernah dilakukan. Pemerintahan Presiden Donald Trump menyebut kedua penembakan di Minneapolis dan Portland sebagai tindakan bela diri, dengan alasan pengemudi kendaraan diduga menggunakan mobil sebagai senjata.
Demonstrasi Meluas ke Berbagai Negara Bagian
Para demonstran di Minneapolis tetap bertahan di tengah suhu beku, membawa poster buatan tangan yang menuntut penghentian operasi ICE. Aksi serupa juga digelar di berbagai kota lain, termasuk di Carolina Utara, Texas, Kansas, Ohio, Florida, dan New Mexico.Di Minneapolis, unjuk rasa utama dimulai dari sebuah taman yang berjarak sekitar setengah mil dari kawasan permukiman tempat Renee Good ditembak. Meski demikian, aksi besar tersebut tidak menghentikan aktivitas aparat federal di kota itu.
Di sejumlah lokasi, aparat bersenjata terlihat memperingatkan warga dan jurnalis untuk menjauh saat penahanan berlangsung. Di wilayah pinggiran Minneapolis, agen federal menutup wajah mereka ketika menahan seorang pria di luar sebuah toko peralatan rumah.
Secara umum, sebagian besar aksi protes berlangsung damai dengan kehadiran aparat yang relatif minim, berbeda dengan kerusuhan besar yang pernah melanda Minneapolis setelah kematian George Floyd pada 2020. Namun, di sekitar gedung federal dan bandara, sempat terjadi ketegangan antara kelompok kecil demonstran dan petugas pada Kamis dan Jumat.
Kepolisian Minneapolis melaporkan menerima sejumlah panggilan darurat terkait kendaraan yang ditinggalkan pengemudinya setelah ditangkap aparat imigrasi, termasuk satu kasus di mana seekor anjing tertinggal di dalam mobil.
Pemerintahan Trump diketahui mengerahkan lebih dari 2.000 petugas federal ke Minnesota dalam operasi besar yang juga dikaitkan dengan dugaan penipuan yang melibatkan sebagian warga keturunan Somalia.
Tiga anggota DPR AS dari Minnesota sempat mencoba mengunjungi fasilitas ICE di gedung federal Minneapolis, namun diminta meninggalkan lokasi setelah sekitar 10 menit. Ketiganya menuduh aparat ICE menghalangi fungsi pengawasan parlemen, meski pengadilan federal sebelumnya telah memblokir sementara kebijakan yang membatasi kunjungan anggota Kongres ke fasilitas imigrasi.
Baca juga: Puluhan Ribu Warga Minneapolis Turun ke Jalan, Protes Keras Penembakan ICE