Gunung Ibu di Malut Erupsi, Kolom Abu Capai 400 Meter ke Atas Puncak

Gunung Ibu terletak di Halmahera Barat kembali erupsi dengan mengeluarkan abu vulkanik setinggi 400 meter di atas puncak, Jumat (9/1/2026). ANTARA/HO-PGA Ibu

Gunung Ibu di Malut Erupsi, Kolom Abu Capai 400 Meter ke Atas Puncak

Whisnu Mardiansyah • 9 January 2026 13:26

Halmahera Tengah: Gunung Ibu yang terletak di Kabupaten Halmahera Barat, Maluku Utara, kembali mengalami erupsi pada Jumat, 9 Januari 2026. Gunung api aktif itu menyemburkan kolom abu vulkanik setinggi hingga 400 meter di atas puncaknya.

"Erupsi tadi sekitar pukul 07.09 WIT dengan tinggi kolom abu teramati setinggi 400 meter di atas puncak," kata petugas Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Ibu, Darsono H Muhammad Nur, dalam keterangan tertulis yang diterima di Ternate seperti dilansir Antara, Jumat, 9 Januari 2026.

Dia menjelaskan, erupsi tersebut teramati dengan kolom abu berwarna putih hingga kelabu. Intensitasnya sedang hingga tebal dengan arah condong ke Barat Daya. "Erupsi ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 28 milimeter dan durasi sementara ini sekitar 40 detik," ungkap Darsono.
 


Saat ini, Gunung Ibu yang memiliki ketinggian 1.325 meter di atas permukaan laut (mdpl) tersebut masih berada pada status Level II atau Waspada. Pihak berwenang mengeluarkan sejumlah imbauan keselamatan bagi masyarakat.

Masyarakat dan wisatawan dilarang beraktivitas dalam radius 2 kilometer dari kawah aktif. Selain itu, perluasan sektoral sejauh 3,5 kilometer ke arah bukaan kawah di bagian Utara juga harus dihindari.


Dokumentasi letusan Gunung Ibu dengan tinggi kolom 1.500 meter pada pukul 15:44 WIT teramati dari Pos Pengamatan Gunung Ibu yang berada di Kabupaten Halmahera Barat, Maluku Utara pada Kamis (16/1). Sumber Foto : Pusdatinkom BNPB


"Jika terjadi hujan abu, masyarakat yang beraktivitas di luar rumah disarankan untuk menggunakan pelindung masker dan kacamata, agar terhindar dari paparan abu," ujar Darsono.

Petugas PGA Ibu juga meminta seluruh pihak menjaga kondusivitas dan tidak menyebarkan informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan. "Masyarakat agar selalu mengikuti arahan dari Pemerintah Daerah," harapnya.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Whisnu M)