Korban Tewas Longsor TPA di Filipina Bertambah Jadi Enam Orang

Gunung sampah di Cebu City, Filipina, tiba-tiba mengalami longsor dan menimpa sejumlah warga pada Kamis, 8 Januari 2026. (BFP R7 Cebu City FS)

Korban Tewas Longsor TPA di Filipina Bertambah Jadi Enam Orang

Willy Haryono • 10 January 2026 18:14

Cebu City: Tim penyelamat mengenakan helm proyek dan mengerahkan alat berat untuk menyisir puing-puing pada Sabtu, menyusul longsor gunungan sampah di sebuah tempat pembuangan akhir (TPA) di Filipina yang mengubur puluhan pekerja. Insiden di wilayah tengah negara tersebut menewaskan sedikitnya enam orang.

Sekitar 50 pekerja kebersihan tertimbun pada Kamis lalu ketika tumpukan sampah di TPA Binaliw—fasilitas yang dikelola swasta—runtuh dari ketinggian yang diperkirakan setara 20 lantai, menurut seorang anggota dewan kota setempat.

Proses pencarian menghadapi risiko longsor susulan. Seorang petugas penyelamat Cebu, Jo Reyes, mengatakan operasi kerap dihentikan sementara demi keselamatan tim.

“Operasi masih berlangsung dan bersifat berkelanjutan. Namun dari waktu ke waktu, area landfill bergerak, sehingga kami harus menghentikan sementara kegiatan,” ujarnya, dikutip dari The Peninsula, Sabtu, 10 Januari 2026.

“Kami harus berhenti sejenak demi keselamatan petugas penyelamat," sambung Reyes.

Informasi dari lokasi bencana keluar secara bertahap karena minimnya sinyal di area TPA yang melayani Cebu dan sejumlah komunitas sekitarnya. Anggota Dewan Kota Cebu, Joel Garganera, menyebut hingga pukul 10.00 waktu setempat, empat orang dipastikan tewas dan 34 lainnya masih hilang. Ia menjelaskan para korban berada di dalam fasilitas, termasuk rumah-rumah staf di area tersebut.

Medan Sulit, Menjaga Asa

Garganera mengatakan medan evakuasi sangat berat karena banyak material baja dan pergerakan sampah akibat beban dari atas. “Kami berharap melawan harapan dan berdoa akan keajaiban,” katanya, menegaskan tim belum beralih ke tahap pemulihan jenazah karena banyak keluarga korban masih menunggu kabar baik di lokasi.

Sedikitnya 12 pekerja sejauh ini berhasil dievakuasi hidup-hidup dan dilarikan ke rumah sakit.

Ia juga menyoroti faktor cuaca dan karakteristik sampah yang menyerap air, sehingga meningkatkan risiko longsor. Ketinggian tumpukan sampah dinilainya “mengkhawatirkan,” dengan puncak timbunan berdiri sekitar 20 lantai di atas area yang terdampak. Keluhan tentang bahaya akses jalan terjal menuju puncak TPA disebut telah lama muncul.

Foto-foto yang beredar menunjukkan gunungan sampah raksasa di perbukitan tepat di belakang bangunan yang juga menampung kantor administrasi.

Garganera menyebut bencana ini sebagai “pukulan ganda” bagi kota karena fasilitas tersebut merupakan satu-satunya penyedia layanan pengolahan sampah bagi Cebu dan wilayah sekitarnya, dengan kapasitas sekitar 1.000 ton sampah kota per hari.

Seorang operator alat pemadat sampah, Rita Cogay (49), mengatakan ia selamat karena sempat keluar mengambil minum sesaat sebelum bangunan tempatnya bekerja ambruk.

“Saya kira ada suara helikopter jatuh, tapi ternyata tumpukan sampah beserta reruntuhan bangunan yang mengikutinya,” ujar Cogay.

Baca juga:  Longsor TPA di Filipina Tewaskan Satu Orang dan 38 Masih Hilang

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Willy Haryono)