Presiden AS Donald Trump. (Anadolu Agency)
Trump Singgung Pemilu Adil dan Kebebasan Pers di Peringatan 250 Tahun AS
Willy Haryono • 5 July 2026 13:05
Washington: Presiden Amerika Serikat Donald Trump menggunakan momen peringatan 250 tahun Hari Kemerdekaan AS dalam menyerukan pentingnya menjaga persatuan nasional, menyelenggarakan pemilu yang adil, dan menjamin kebebasan pers di tengah meningkatnya polarisasi politik di Negeri Paman Sam.
Dalam surat yang dibagikan kepada media New York Post pada Sabtu, 4 Juli 2026, Trump mengatakan peringatan Hari Kemerdekaan menjadi momentum untuk merayakan sejarah Amerika Serikat sekaligus mengingatkan pentingnya menjaga persatuan bangsa.
"Dengan semangat kemurahan hati dan harapan akan persatuan, generasi demi generasi warga Amerika menyambut orang-orang dari seluruh penjuru dunia untuk bergabung bersama mereka," tulis Trump.
Ia kemudian mengingatkan agar nilai persatuan tersebut tidak hilang. "Kita semua memiliki kemenangan dan persatuan sebagai kesamaan. Namun ini adalah peringatan: kita tidak boleh kehilangan persatuan itu," ujarnya.
Trump juga mengatakan Amerika Serikat membutuhkan pemilu adil serta pers yang juga bebas dan adil.
"Demi Amerika dan seluruh dunia, kita harus kuat, berkuasa, dan jujur. Kita harus memiliki pemilu yang adil dan pers yang bebas dan adil, sesuatu yang saat ini belum kita miliki," katanya, seperti dilansir dari TRT World, Minggu, 5 Juli 2026.
Trump menegaskan warga Amerika merupakan "satu keluarga dan satu bangsa" yang dipersatukan oleh bendera serta nilai-nilai kebebasan yang sama.
"Ketika cara hidup kita terancam, kita selalu merespons. Kita adalah orang Amerika. Kita tidak pernah menyerah, tidak pernah putus asa, dan negara kita hanya akan menjadi lebih baik dari sebelumnya," ujarnya.
Pada hari yang sama, Trump dijadwalkan menyampaikan pidato bergaya kampanye di National Mall, Washington, sebagai bagian dari rangkaian perayaan Hari Kemerdekaan yang juga diisi pertunjukan kembang api dan parade.
Namun, beberapa jam sebelum acara dimulai, otoritas mengevakuasi kawasan National Mall setelah badai petir disertai angin kencang dan kilat mendekati lokasi.
Melalui pengeras suara, panitia meminta seluruh pengunjung segera meninggalkan area demi keselamatan dan berlindung di museum maupun gedung-gedung pemerintah di sekitar lokasi.
Baca juga: Peringatan 250 Tahun AS: Trump Sebut Identitas Amerika Diserang Kaum Radikal