BNPB: Pemadaman Kebakaran TPA Jatiwaringin Dimaksimalkan Sepanjang Hari

Kebakaran TPA Jatiwaringin, Kabupaten Tangerang, Banten. Foto: Antara.

BNPB: Pemadaman Kebakaran TPA Jatiwaringin Dimaksimalkan Sepanjang Hari

Anggi Tondi Martaon • 3 July 2026 13:58

Jakarta: Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan progres pemadaman area kebakaran di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatiwaringin, Mauk, Kabupaten Tangerang, Banten. Sebanyak 30 persen area yang terbakar sudah padam.

Direktur Koordinasi Pengendalian Operasi Darurat BNPB Brigjen TNI Djohan Darmawan, dua armada helikopter water bombing masih dilakukan sebagai mempercepat pemadaman memasuki hari keempat pemadaman. Upaya pemadaman dimaksimalkan pada waktu tertentu.

"Sementara ini kita bisa melihat, ini kalau pagi hari anginnya enggak terlalu kencang. Kawan-kawan petugas ini pun juga bekerjanya dimaksimalkan itu pada saat dari pagi, siang, malam," kata Djohan dikutip dari Antara, Jumat, 3 Juli 2026.

Dalam memaksimalkan pengendalian kebakaran ini, Djohan menyebut pihaknya telah mengerahkan 18 armada pemadam kebakaran (damkar). Mereka bertugas menyisir titik-titik api yang belum terjangkau oleh pembom air.

"Jadi sudah hari keempat, kami sudah mendatangkan dua unit helikopter water bombing, termasuk juga ada 18 pemadam kebakaran," ungkap Djohan.

Meski 30 persen area yang terbakar berhasil dipadamkan, petugas di lapangan masih terhambat oleh kondisi angin yang cukup kencang. Sehingga menjadi tantangan utama petugas untuk mengendalikan kebakaran.

Untuk mempercepat penanganan, sebanyak 30 personel Manggala Agni dari Kementerian Kehutanan (Kemenhut) akan dilibatkan dalam upaya percepatan pemadaman. Upaya yang dilakukan yaitu menerapkan metode inject.

Kebakaran TPA Jatiwaringin, Kabupaten Tangerang, Banten. Foto: Antara.

"Jadi sistem inject ini nanti dibuat pipa. Nanti pipa itu dibolongin, termasuk juga nanti dari Manggala Agni yang sudah biasa melakukan itu. Mungkin siang ini sudah mulai aksi," sebut Djohan.

Berdasarkan pantauan Antara di lokasi, kepulan asap dan titik api di beberapa gunungan sampah masih menyala. Pemadaman terus dilakukan secara terpadu melalui jalur udara dan darat. Sebanyak dua helikopter water bombing milik BNPB kembali diterjunkan untuk menyiram titik-titik api yang sulit dijangkau dari darat.

Selain pemadaman, alat berat jenis ekskavator dioperasikan untuk mengurai timbunan sampah yang telah dibasahi. Langkah ini bertujuan membuka akses menuju titik api yang berada di bagian dalam gunungan sampah, sekaligus mencegah bara api kembali menyala.

Kemudian untuk akses jalan dari kawasan TPA Jatiwaringin menuju Kecamatan Sukadiri saat ini mulai dibatasi, hanya diperbolehkan dilalui kendaraan operasional pemadam kebakaran, TNI, Polri, petugas medis, dan instansi terkait yang terlibat dalam penanganan kebakaran.

(Anggi Tondi)