Menbud: Diplomasi Pelajar ke 6 Negara Eropa Modal Memperkenalkan Kekayaan Budaya Indonesia

Menteri Kebudayaan, Fadli Zon. Foto: Dok. Kementerian Kebudayaan.

Menbud: Diplomasi Pelajar ke 6 Negara Eropa Modal Memperkenalkan Kekayaan Budaya Indonesia

Siti Yona Hukmana • 6 July 2026 12:03

Jakarta: Menteri Kebudayaan (Menbud) Fadli Zon menyebut diplomasi pelajar ke enam negara Eropa menjadi modal untuk memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia. Para pelajar yang mengikuti Program Misi Budaya (Misbud) 2026 itu dinilai memiliki peran strategis sebagai duta budaya Indonesia di panggung global. 

"Tidak ada negara yang mempunyai kekayaan budaya sehebat Indonesia. Adik-adik ini tentu saja menjadi duta budaya Indonesia di panggung global," kata Fadli Zon dalam keterangan tertulis, Senin, 6 Juli 2026.

Fadli Zon meminta para pelajar membawa pulang prestasi, pengalaman, dan persahabatan. Sebab, kata dia, di tangan generasi muda, masa depan Indonesia, termasuk masa depan kebudayaan Indonesia, akan terus hidup dan berkembang.

Para pelajar itu berasal dari SMA Labschool Kebayoran, yang memberangkatkan siswanya melalui program Misbud 2026. Program ini menjadi wadah bagi para pelajar untuk memperkenalkan kekayaan seni dan budaya nusantara di kancah internasional.

Program Misbud 2026 ini dijadwalkan berlangsung pada 11 hingga 22 Juli 2026. Rangkaian kegiatannya akan membawa para peserta melakukan kunjungan budaya ke enam negara Eropa, yaitu Italia, Jerman, Swiss, Belanda, Belgia, dan Perancis, sebagai bagian dari pembelajaran lintas budaya serta pengenalan langsung terhadap sejarah, seni, dan peradaban dunia.

Puncak kegiatan Misbud 2026 akan dilaksanakan pada 16 hingga 19 Juli 2026 di Paris, Perancis. Melalui keikutsertaan pelajar dalam 38th International Competition and Festival of Folklore, Dance and Music: Etoiles de Paris, para peserta akan mendapatkan kesempatan untuk memperkenalkan ragam seni budaya Indonesia di hadapan peserta dan masyarakat dari berbagai negara. 

Menteri Kebudayaan Fadli Zon menghadiri gelar pamit Misi Budaya 2026 yang diselenggarakan SMA Labschool Kebayoran. Foto: Dok. Istimewa

Ajang tersebut berada di bawah naungan European Association of Folklore Festivals (EAFF) – ICH Partner of UNESCO, dan menjadi ruang strategis bagi para pelajar Indonesia untuk menampilkan kekayaan seni, tradisi, serta nilai-nilai budaya nusantara di panggung internasional.

Program Misbud 2026 tidak hanya diarahkan sebagai ajang kompetisi seni, tetapi juga menjadi bentuk diplomasi budaya pelajar Indonesia. Melalui penampilan seni tari, musik, permainan tradisional, adat istiadat, serta berbagai ekspresi budaya lainnya, para siswa diharapkan mampu memperkenalkan identitas bangsa Indonesia kepada masyarakat internasional.

Keikutsertaan pelajar Indonesia dalam forum budaya dunia ini juga menjadi upaya untuk mendukung promosi pariwisata, memperkuat citra positif Indonesia, serta menjalin relasi yang baik dengan bangsa lain. Kegiatan ini sekaligus menegaskan generasi muda memiliki peran penting dalam menjaga, mengembangkan, dan mewariskan nilai-nilai budaya bangsa.

(Siti Yona Hukmana)