Cuaca Ekstrem Ancam Kalimantan Tengah, BMKG Keluarkan Peringatan Dini

Warga melintasi jalan raya di saat hujan mengguyur Kota Palangka Raya, Rabu (19/2/2026). ANTARA/Rendhik Andika

Cuaca Ekstrem Ancam Kalimantan Tengah, BMKG Keluarkan Peringatan Dini

Lukman Diah Sari • 13 April 2026 20:27

Palangka Raya: Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Tjilik Riwut, mengimbau masyarakat Kalimantan Tengah untuk mewaspadai potensi hujan lebat disertai angin kencang dan sambaran petir dalam sepekan ke depan.

"Kami juga mengeluarkan peringatan dini bagi masyarakat untuk mewaspadai potensi hujan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai petir atau kilat dan angin kencang di sebagian besar wilayah Kalteng," kata Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Tjilik Riwut, Chandra, di Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Senin, 13 April 2026.

Wilayah di Provinsi Kalteng itu meliputi Kabupaten Kotawaringin Barat, Kotawaringin Timur, Sukamara, Lamandau, Seruyan, Katingan, Gunung Mas, Murung Raya, Barito Utara, Barito Selatan, Barito Timur, Kapuas, Pulang Pisau dan Kota Palangka Raya. Masyarakat di 13 kabupaten dan satu kota di Kalteng juga diminta mewaspadai dampak bencana yang ditimbulkan dari hujan lebat disertai angin kencang dan petir tersebut.

"Antara lain genangan air, banjir, banjir bandang, tanah longsor, dan pohon tumbang," kata Chandra.


Ilustrasi hujan. Foto: Dok. Antara.

Dia menerangkan, sebelum terjadi hujan lebat disertai angin kencang dan sambaran petir akan terlihat pertumbuhan awan konvektif atau awan Cumulonimbus. Dia mengungkap bahwa gelombang Kelvin terpantau aktif di wilayah Kalimantan Tengah.

"Daerah belokan angin dan perlambatan kecepatan angin (konvergensi) terpantau di wilayah Kalteng," ujar dia.

Kondisi ini mampu meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di wilayah tersebut. Kondisi tersebut didukung oleh kelembaban udara yang cukup basah, labilitas lokal kuat yang mendukung proses konvektif pada skala lokal juga meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di wilayah Kalteng.

Chandra menambahkan, pertumbuhan awan CB yang biasanya terlihat gelap ini merupakan tanda-tanda terjadinya hujan disertai angin kencang diikuti sambaran petir. Untuk itu jika warga saat melihat fenomena tersebut agar waspada dan segera mencari tempat berteduh, namun tidak di bawah pohon.

Selanjutnya, umumnya suhu udara berkisar antara 23 hingga 34 derajat Celcius. Kelembaban udara berkisar antara 55 hingga 100 persen. Angin umumnya bertiup dari tenggara – barat daya dengan kecepatan berkisar antara 5 – 15 km/jam.

"Saat terjadi hujan lebat disertai angin kencang dan petir, masyarakat harus segera mencari tempat berlindung yang aman seperti di dalam rumah atau gedung," pesan dia.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Lukman Diah Sari)