Agen Imigrasi AS Tembak Terduga Anggota Geng di Jalan Raya California

Agen Imigrasi dan Penegakan Bea Cukai Amerika Serikat atau ICE. (Anadolu Agency)

Agen Imigrasi AS Tembak Terduga Anggota Geng di Jalan Raya California

Willy Haryono • 8 April 2026 14:30

San Francisco: Agen Imigrasi dan Penegakan Bea Cukai Amerika Serikat (ICE) menembak seorang pria yang diduga sebagai anggota geng di jalan raya yang sibuk dekat San Francisco, California pada Selasa kemarin.

Berdasarkan laporan media lokal, insiden tersebut terjadi saat petugas melakukan penghentian kendaraan di Jalur Antarnegara Bagian 5 di kota Patterson, sekitar 136 kilometer tenggara San Francisco.

Dikutip dari Anadolu Agency, Rabu, 8 April 2026, pihak ICE mengatakan bahwa mereka menghentikan Carlos Ivan Mendoza Hernandez di jalan raya tersebut. Pelaksana Tugas Direktur ICE, Todd Lyons, menjelaskan bahwa saat petugas mendekati kendaraan, tersangka berupaya menabrak salah satu petugas dengan mobilnya.

Lyons mengeklaim bahwa tindakan tersebut memaksa agen ICE mencabut senjata dan melepaskan tembakan ke arah tersangka yang tampak berusaha melarikan diri dari lokasi kejadian. Sementara itu, saksi mata di lokasi kejadian menggambarkan suasana mencekam pasca-penembakan tersebut.

Seorang asisten manajer restoran setempat, David Nunguia, mengungkapkan bahwa masyarakat merasa ketakutan untuk keluar rumah sehingga aktivitas ekonomi di wilayah tersebut menurun drastis. Ia menyebut situasi tersebut sangat menakutkan bagi warga sekitar yang terbiasa dengan keramaian di area jalan raya tersebut.

Hernandez segera dilarikan ke rumah sakit setempat untuk mendapatkan perawatan medis. Tim penyelidik mengidentifikasi pria tersebut sebagai anggota geng 18th Street yang masuk dalam daftar pencarian orang untuk diinterogasi terkait kasus pembunuhan di El Salvador.

Operasi penghentian imigrasi ini juga melibatkan Bea Cukai dan Perlindungan Perbatasan AS (CBP). Saat ini, Biro Investigasi Federal (FBI) bersama penegak hukum setempat tengah melakukan penyelidikan mendalam terhadap insiden penembakan yang disebut masih berada dalam tahap awal tersebut.

FBI mengatakan komitmennya untuk melakukan investigasi menyeluruh bekerja sama dengan Kantor Sheriff Kabupaten Stanislaus serta mengapresiasi kesabaran masyarakat Patterson. Insiden ini terjadi di tengah meningkatnya pengawasan publik terhadap badan imigrasi AS menyusul dua insiden penembakan fatal oleh agen ICE di Minneapolis, Minnesota, awal tahun ini.

Penembakan mematikan sebelumnya telah memicu protes nasional setelah video dari warga di lokasi kejadian menunjukkan fakta yang bertentangan dengan pernyataan resmi ICE mengenai kronologi kejadian. (Kelvin Yurcel)

Baca juga:  Tiga Warga Sipil Ditembak Agen ICE di Minneapolis Pekan Ini

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Willy Haryono)