Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Raja Ampat, Supriyanto pose bersama Bupati Raja Ampat Orideko Burdam usai melaksanakan rapat koordinasi di kantor pemerintahan setempat, Kamis, 9 April 2026. ANTARA/HO-Kantor Kementerian Haji dan Umrah Ka
Pemkab Raja Ampat Tanggung Biaya Transportasi 24 Calon Haji
Silvana Febiari • 9 April 2026 22:44
Raja Ampat: Pemerintah Kabupaten Raja Ampat menanggung biaya transportasi bagi 24 calon haji 2026. Dukungan ini dialokasikan melalui anggaran sekitar Rp100 juta untuk kelancaran ibadah ke Tanah Suci.
Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Raja Ampat Supriyanto mengatakan bantuan tersebut mencakup biaya perjalanan jemaah dari Raja Ampat menuju Makassar sebagai embarkasi keberangkatan.
“Pemerintah daerah memberikan bantuan transportasi bagi 24 calon haji dengan total anggaran sekitar Rp100 juta,” ujar Supriyanto, dilansir dari Antara, Kamis, 9 April 2026.
Baca Juga :
Ia menjelaskan, seluruh tahapan persiapan keberangkatan jemaah calon haji Raja Ampat telah memasuki tahap akhir. Jemaah dijadwalkan dilepas oleh Bupati Raja Ampat pada 1 Mei 2026, sebelum bergabung dengan jemaah lain di tingkat provinsi di Kota Sorong pada 4 Mei 2026.
Selanjutnya, jemaah akan diberangkatkan dari Sorong menuju Makassar pada 7 Mei 2026 menggunakan penerbangan dalam dua kelompok terbang (kloter). “Setibanya di Makassar, jamaah akan menjalani masa persiapan selama dua hari sebelum diberangkatkan ke Arab Saudi pada 9 Mei,” jelasnya.
Supriyanto menambahkan, berbagai persiapan teknis telah dirampungkan. Mulai dari pelaksanaan manasik haji, pengurusan paspor, hingga pemeriksaan kesehatan, dan vaksin bagi seluruh jamaah.
(1).jpg)
Ilustrasi ibadah haji. Dok. Istimewa
Menurut dia, jemaah haji asal Raja Ampat tahun ini terdiri dari berbagai kelompok usia, dengan rentang usia antara 31 hingga 72 tahun. Oleh karena itu, pihaknya menekankan pelayanan yang ramah terhadap perempuan dan lanjut usia.
“Kami berkomitmen memberikan pelayanan maksimal, terutama bagi jamaah lansia dan perempuan, agar seluruh rangkaian ibadah dapat berjalan dengan lancar,” ujarnya.
Ia juga mengungkapkan, jumlah daftar tunggu jemaah haji di Kabupaten Raja Ampat saat ini mencapai sekitar 300 orang. Dengan adanya kebijakan kuota nasional, masa tunggu keberangkatan diharapkan semakin singkat dibandingkan sebelumnya.
Pihaknya memastikan seluruh jemaah calon haji Raja Ampat dalam kondisi siap dan aman untuk diberangkatkan pada musim haji 2026.